Hukum & Kriminal

2 Minggu Polisi Ringkus 12 Pelaku

Kabupaten Mojokerto Zona Merah Narkoba, Ini Buktinya

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 12 pelaku penyalahgunaan narkoba diringkus anggota Satnarkoba Polres Mojokerto hanya dalam waktu dua minggu. Dari 12 pelaku diamankan barang bukti berupa sabu seberat 90,39 gram.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, dalam dua minggu terakhir, diamankan 12 pelaku dan barang bukti sabu seberat 90,39 gram. “Terakhir Minggu kemarin, diamankan sabu seberat 83,26 gram di daerah Trawas,” ungkapnya, Kamis (17/1/2019).

Pihaknya menyebutkan jika wilayah hukum Polres Mojokerto masuk dalam zona merah narkoba karena hampir semua wilayah mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Tiap kecamatan ada pengungkapan yang diartikan jika narkoba sudah menyebar.

“Sudah ada signal merah di Kabupaten Mojokerto. Termasuk BB mobil, saat transaksi dan diamankan dua pelaku. Informasi awal mereka jaringan dari Madura tapi jangan percaya jaringan krn semakin rawan. Narkoba jaring laba-laba, mengaku dari Madura tapi bisa jadi dari daerah lain,” katanya.

Masih kata Kapolres, ada ini indikasi jaringan yang besar karena ditemukan barang bukti seberat 83,26 gram tersebut. Pasalnya, selama ini di wilayah hukum Polres Mojokerto, barang bukti yang diamankan hanya berupa paket hemat atau dengan berat 0, gram.

“Bandar dilihat BB yang terakhir, Minggu itu ungkap cukup besar karena yang lain hanya satu klip atau paket hemat dan penyebarannya semua rata di kecamatan. Peningkatan sangat drastis sehingfa harus dievaluasi, tidak hanya polisi tapi narkoba adalah musuh bersama,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, Mojokerto menjadi sasaran penyebaran narkoba. Mojokerto dinilai para pelaku cukup strategis karena para pelaku menganggap di Mojokerto aman dan tidak ada gangguan. Pihaknya berharap generasi muda menjauhi narkoba.

“Narkoba tidak ada batasan, yang dicari pangsa pasar. Dimana ada kebutuhan disitu tumbuh sehingga mari perangi narkoba bersama dan agar generasi muda untuk menjauhi narkoba,” tegasnya.

Salah satu pelaku, Syaiful Bahri (33) warga Dusun Berpocok, Desa Tobubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan mengaku, menjadi residivis kasus penggelapan dan dihukum selama empat bulan. “Saya dapat dari teman di sampang. Harganya tidak tentu,” tuturnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar