Hukum & Kriminal

Kabag Keuangan Dinkes Tersangka Dugaan Korupsi Honor Perawat

Malang (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, menetapkan Kabag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sebagai tersangka dugaan korupsi dana Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) alias honorarium perawat di Puskesmas se Kabupaten Malang.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Muhandas Ulimen, Kamis (11/7/2019) sore pada awak media di ruang kerjanya.

“Tersangka berinisial YC, kita tetapkan dalam kasus korupsi Ponkesdes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2015. Kerugian negara dalam hal ini mencapai Rp 670 juta,” ungkap Muhandas.

Menurutnya, modus yang dilakukan YC, memotong uang talangan yang seharusnya diberikan pada seluruh perawat Puskesmas atau Ponkesdes se Kabupaten Malang.

“Dana sebesar Rp 670 juta itu harusnya diberikan Puskesmas untuk membayar honor perawat. Namun oleh tersangka YC, justru diambil sendiri. Ada ratusan Poskesdes se Kabupaten Malang,” paparnya.

Muhandas melanjutkan, dana untuk satu orang perawat di Poskesdes seharusnya menerima Rp 750 ribu per bulan. Namun pada pada tahun 2015 lalu ada tambahan atau kenaikan menjadi Rp 1,5 juta. Saat itu, Kadinkes Kabupaten Malang memerintahkan Puskesmas untuk menalangi honor perawat dulu. “Baru kemudian anggaran dari pemerintah cair pada bulan Agustus 2015 dengan total Rp 4,7 milyar. Namun oleh tersangka yang Rp 670 juta diambil. Dalam waktu dekat tersangka akan kita panggil,” urai Muhandas.

Ia menambahkan, secara keseluruhan, Kejaksaan sudah melakukan penyidikan kasus ini dengan memanggil 39 orang Kepala Puskesmas se Kabupaten Malang untuk dijadikan saksi dan dimintai keterangan. “Selain kepala Puskesmas, kita juga periksa sebagai saksi yakni 39 orang bendahara Puskesmas, 14 orang perawat Ponkesdes. Total ada 99 orang saksi dalam kasus ini. Sisanya saksi dari staf Dinkes Kabupaten Malang,” pungkas Muhandas. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar