Hukum & Kriminal

Jumlah Pelanggar Lalin Meningkat, Ini Kasus Terbanyak

Sumenep (beritajatim.com) – Jumlah pelanggar lalu lintas yang terjaring dalam Operasi Zebra di Sumenep tahun 2019, meningkat dibanding 2018. Pada 2019, jumlah pelanggar lalu lintas yang ditilang dan mendapatkan teguran sebanyak 2.643. Sedangkan tahun 2018 sebanyak 2.369 pelanggar.

“Memang ada kenaikan jumlah pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra. Naiknya jumlah pelanggar itu lebih disebabkan karena jumlah kendaraan meningkat. Otomatis pengguna jalannya juga lebih banyak,” kata Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Deddy, Rabu (6/11/2019).

Operasi Zebra Semeru 2019 digelar sejak 23 Oktober – 5 November 2019. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. “Berdasarkan data kami, jenis pelanggaran terbanyak adalah kendaraan melawan arus dan pengendara tidak mengenakan helm standar. Jumlah pelanggarnya di atas 500 untuk dua jenis pelanggaran itu,” ujar Deddy.

Ia mengatakan, pelanggar terbanyak adalah pengemudi sepeda motor. Jumlahnya mencapai 2.168. Sedangkan pelanggar yang mengenakan roda empat jumlahnya 94. “Kalau untuk mobil, pelanggaran terbanyak adalah tidak mengenakan ‘safety belt’ atau sabuk keselamatan. Karena itu, kami akan terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat sadar untuk tertib berlalu lintas,” ucap Deddy. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar