Hukum & Kriminal

JPU Tuntut 2 Terdakwa Kasus Pembunuhan dan Pembakaran Juragan Rosokan di Mojokerto Hukuman Mati

Sidang kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan, Priyono dan Dantok Narianto dengan hukuman mati. Tuntutan tersebut dibacakan di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim, Joko Waluyo dan dua hakim anggota, Erhammudin serta Ardiani ini dihadiri istri korban, Lailil Fitria (28). Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) diketuai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono.

Dengan anggota Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Agus Haryono, Kasi Pidana Umum (Pidum), Arie Satria, jaksa peneliti, W Erfandi Kurnia R dan Kusumawardhani. Kedua terdakwa didakwa melanggar kesatu primair pasal 340 KUHP jo 55 ayat 1 KUHP atau dakwaan ketiga Pasal 181 KUHP jo 55 ayat 1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap tedakwa satu Priyono alias Yoyok dan terdakwa dua Dantok alias Gundul dengan hukuman mati,” ungkap, JPU Agus Hariono saat membacakan dakwaan, Kamis (10/10/2019).

Usai pembacaan dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim, Joko Waluyo menyampaikan kepada kedua terdakwa terkait tuntutan JPU. “Pembelaan ada dua, mengaku bersalah dan meminta keringanan hukuman atau tidak mengakui bersalah dan minta bebas,” katanya.

Karena memiliki kuasa hukum, Ketua Majelis Hakim mempersilahkan kedua terdakwa untuk berkonsultasi dengan kuasa hukum. Kuasa hukum terdakwa, Nur Hidayat akan melakukan pembelaan secara tertulis sehingga Ketua Majelis Hakim menunda sidang satu minggu kemudian dengan agenda pembelaan. “Sidang satu minggu lagi yakni, tanggal 17 Oktober dengan agenda pembelaan dari kuasa hukum terdakwa,” pungkasnya.

Sementara di depan PN Mojokerto, ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) mengawal sidang dengan agenda tuntutan kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan, Eko Yuswanto (32). Mereka datang dari sejumlah kota di Jawa Timur.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar