Hukum & Kriminal

JPU Sita Aset Kepala Inspektorat Bojonegoro Syamsul Hadi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro selanjutnya melakukan penyitaan aset milik Kepala Inspektorat Bojonegoro, Syamsul Hadi.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan mengatakan penyitaan aset ini sebagai jaminan uang pengganti kerugian negara yang dikorupsi tersangka. Aset milik Syamsul yang disita berupa tanah dan bangunan cafe seluas 103 meter persegi. “Tanah dan bangunan yang disita berada di tengah kota Lumajang. Jika diestimasi bisa senilai Rp 600 juta,” ujarnya, Jumat (3/5/2019).

Penyitaan aset itu dilakukan Senin (29/4/2019) kemarin. Penyitaan aset itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 18 tentang barang bukti. “Ini yang penting dalam pengungkapan kasus korupsi, mengembalikan uang negara,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, Syamsul Hadi diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal oleh Inspektorat Bojonegoro tahun anggaran 2015 – 2017 sebesar Rp 1,7 Miliar lebih. Dari total Rp1,7 Miliar lebih itu, juga dinikmati oleh beberapa stafnya.

Bentuk penyalahgunaan wewenang itu, dengan cara penetapan RKA tidak sesuai standar SBU yang ditetapkan. Total anggaran negara yang dinikmati pribadi oleh tersangka sebesar kurang lebih Rp 500 juta. “Penyalahgunaan kewenangan ini termasuk dalam penyusunan RKA maupun Anggaran Pengawasan,” pungkas Fauzan. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar