Hukum & Kriminal

Jelang Lebaran, Ada 676 Kasus Premanisme di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Lebaran Kepolisian Resort (Polres) Gresik mengungkap 1.033 kasus dalam kurun waktu 12 hari. Kasus yang diungkap di antaranya premanisme 676 kasus, prostitusi 5 kasus, perjudian 11 kasus, narkoba 18 kasus, miras 268 kasus, dan petasan 55 kasus.

Dari total semua kasus tersebut, kasus yang menonjol adalah spesialis komplotan pembobol ATM bank yang terjadi di Manyar. Komplotan tersebut jaringan teroganisir, pelaku merupakan spesialis pembobol ATM lintas provinsi.

Pelaku pembobol ATM yang ditangka diantaranya Rei (22) dan Redy (40) keduanya warga Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung dan Siswo (41) warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Modus operandi mereka dilakukan Jawa Barat. Pelaku sudah beraksi sebanyak 43 TKP, Jawa Tengah sebanyak 28 TKP, Banten sebanyak 8 TKP, Jakarta sebanyak 5 TKP, Yogyakarta sebanyak 5 TKP, di luar pulau Jawa sebanyak 22 TKP sedangkan di Jawa Timur mereka beraksi di 26 TKP termasuk di Kabupaten Gresik.

Terungkapnya kasus ini berawal saat tim Black Panther saat sedang patroli di daerah Manyar kemudian mencurigai satu unit mobil jenis Terios warna hitam pukul 02.00 WIB.

Petugas langsung masuk kedalam gerai dan melihat Rey dan Redy sedang beraksi lalu diamankan dan dilakukan penggeledahan di dalam mobil lalu ditemukan sejumlah uang dan barang bukti ATM, Tang, Garpu dan Kawat.

“Satu orang Lampung DPO sedang kita lakukan pencarian,” ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro, Selasa (28/05/2019).

Saat beraksi di dalam gerai ATM, mereka menggunakan jaket dan topi hitam bertuliskan Security untuk mengelabui.

Ketiga tersangka itu mempraktekkan aksinya dengan cara melakukan transaksi mengambil uang di ATM jenis wincor sebesar Rp 1.250.000 lalu saat uang mau keluar diganjal dengan garpu, besi pengait, dan tang.

“Pakai ATM yang ada uangnya, saldo tidak berkurang dan uangnya bisa diambil,” ungkap Wahyu.

Ketiganya saat beraksi sekali transaksi mendapat upah sebesar 3 sampai 5 juta rupiah.

Sedangkan barang bukti, 2 kartu ATM BRI, 1 kartu ATM Bank Niaga, 1 kartu ATM Bank Mandiri, 3 kartu ATK Bank BNI dan uang sebesar Rp 8,3 juta diamankan.

Salah satu pelaku Siswo menyatakan dalam menjalankan aksinya setiap orang di daerah ada satu orang yang menjadi bertugas sebagai guide mengantar dua pelaku yang bertugas sebagai eksekutor di gerai-gerai ATM.

“Saya cuman mengantar di Sidoarjo, Mojokerto dan Bangil Pasuruan. Untuk operasional lainnya tidak ikut,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar