Hukum & Kriminal

Jaringan Pengedar Sabu Asal Madura Diringkus Polisi

Gresik (beritajatim.com) – Satreskoba Polres Gresik meringkus jaringan pengedar sabu asal Madura. Tersangka
Mohammad Sahri (20). Pria asal Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Sampang Madura itu diamankan petugas saat melakukan transaksi di Jalan Raya Hula’an, di depan Perum ladiva, Kecamatan Menganti, Gresik, Kamis (23/01/2020).

Saat ditangkap tersangka yang hanya tamatan SMP tersebut tidak bisa kabur karena seorang diri. Sebelum melarikan diri petugas mencabut kunci kontak motor Yamaha N Max W 3638 BI yang dikendarai tersangka.

Sewaktu digeledah tersangka kedapatan membawa 10 bungkus sabu dengan berat masing-masing 1, 62 gram, 1,60 gram, 1,58 gram, 1,40 gram, 1,34 gram, 1,08 gram, 0,96 gram, 0,36 gram, 0,36 gram, dan 0,28 gram. Tidak hanya itu, tersangka juga membawa satu plastik klip isi 2 butir pil ekstasi dengan berat 0,90 gram.

Kasatreskoba Polres Gresik AKP Heri Kusnanto menuturkan, tersangka merupakan pengedar narkoba yang beroperasi cukup lama di Gresik. “Pengakuannya hampir dua tahun, tapi ini lebih dari itu. Tersangka mengedarkan sendirian,” tuturnya.

Saat di Gresik, tersangka memilih mengontrak sebuah rumah di Dusun Grogol Gang 2, Desa Laban, Kecamatan Menganti, Gresik. Karena permintaan narkoba cukup tinggi di Menganti tersangka langsung melakukan transaksi.

“Pembelinya rata-rata anak-anak milenial ya, pelajar, pemuda disana. Pekerja pabrik juga ada,” ungkap Heri.

Sabu yang dibawa oleh Sahri berasal dari pulau Madura, Surabaya dan Gresik. Saat pulang ke Sampang tersangka membawa sabu di ecer saat diperdagangkan1. Mulai paket hemat hingga paket seperempat atau supra.

“Kalau diecer untungnya katanya lebih banyak. Dijual dari Rp 400 ribu sampai Rp 1,5 juta,” imbuh Heri.

Atas perbuatannya menjadi pengedar sabu. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman paling rendah selama enam tahun. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar