Hukum & Kriminal

Jalani Tahap Dua, Mak Susi Mengaku Kangen Anaknya

Surabaya (beritajatim.com) – Tri Susanti alias Mak Susi mengaku kangen dengan anak-anaknya. Hal itu dia ungkapkan saat menjalani tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik Cyber Polda Jatim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Kamis (30/10/2019). “Iya kangenlah sama anak-anak,” ujarnya.

Namun dia menolak menyampaikan rasa kangennya tersebut ke awak media. Menurutnya, dia sudah menyampaikan langsung ke anak-anaknya. Terkiat harapan dia saat ini yang status penahanannya di tangan Jaksa. Susi menyerahkannya pada kuasa hukumnya. “Sudah sama pengacara saja,” ujarnya.

Perlu diketahui, dua tersangka kasus kerusuhan asrama Papua Tri Susanti alias Mak Susi dan Syamsul Arifin menjalani tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik Cyber Crime Polda Jatim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Kamis (31/10/2019).

Mak Susi merupakan tersangka ujaran kebencian. Sedangkan Syamsul merupakan tersangka diskriminasi ras. Keduanya datang ke Kejati jatim sekitar pukul 11.00 Wib. Tampak datang juga sang pengacara Mak Susi yakni Sahid turut mendampingi Susi.

Begitu sampai Susi langsung dibawa ke gedung Poliklinik Kejati Jatim. Tim dokter langsung memeriksa kesehatan Susi termasuk melakukan tes urine. Sambil mengenakan masker, mak Susi menyatakan sehat saat ditanya kabar oleh awak media tentang kondisinya. ” Alhamdulilah sehat,” ucapnya singkat.

Perlu diketahui, Tri Susanti, salah satu tersangka dalam kasus kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, tiba-tiba menjadi sorotan masyarakat.

Politisi perempuan asal Surabaya itu diduga menyebar secara aktif informasi berisi ujaran kebencian yang memicu aksi kekerasan di asrama. Tak hanya itu, kerusuhan di asrama pada hari Sabtu (17/8/2019) diduga memicu aksi massa di Papua dan Papua Barat.

Polisi pun sudah menetapkan Mak Susi, panggilan akrab Tri Susanti, menjadi tersangka pada hari Rabu (28/8/2019) lalu.

Susi dijerat pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 160 KUHP, pasal 14 ayat (1) ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Selain Susi, Polda Jatim juga telah menetapkan tersangka lain berinisial SA dalam kasus ini, ia diduga melakukan tindak diskriminasi ras. Artinya hingga kini sudah ada dua tersangka dalam insiden Asrama Mahasiswa Papua, pada 16 Agustus lalu. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar