Hukum & Kriminal

Jaksa Datangkan 3 Ahli, Sidang Gus Nur Dijaga Ketat

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang kasus pencemaran nama baik yang mendudukkan Sugi Nuraharja alias Gus Nur sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Dalam sidang yang digelar di ruangan Cakra ini rencananya akan mendengarkan tiga ahli yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Ada saksi dari GUIB (Gabungan Umat Islam Bersatu) M.Yunus dan tiga ahli dari JPU, ahli pidana, ITE dan Bahasa,” ujar kuasa hukum Gus Nur, Andry Ermawan, Kamis (4/7/2019).

Sementara pengamanan sidang sendiri tampak ketat dilakukan oleh pihak kepolisian, bahkan para pendukung Gus Nur (FPI) maupun Banser dilarang memasuki area PN Surabaya.

Kapolsek Sawahan Kompol Dwi Eko Budi Sulistyono menyatakan jumlah polisi yang dikerahkan untuk mengamankan sidang adalah sebanyak 120 personil, gabungan dari Brimob, Dalmas 1sst dari Polsek Sawahan, Dukuh Pakis dan Polsek Lakarsantri,” ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Basuki Wiryawan membacakan dakwaan kepada pria keliahira 44 tahun tersebut. Dalam dakwaannya, Sugi dianggap melanggar Pasal 27 ayat (3) UU no. 19 tahun 2016 juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE.

“Terdakwa mengunggah video dengan judul (akun) ‘Generasi Muda NU penjilat’, dalam video tersebut terdakwa melontarkan makian dengan mengatakan aku kok gak ngerti itu, dari dulu aku denger orang ini dari dulu, cuman kan gak ada waktu ngreken, ada yang bilang jual nasi goreng, siapah sih adminnya Generasi Muda NU itu ? coba, misalkan perempuan, lebih cantik mana sama isteri-isteriku? he Generasi Muda NU, ta*k, kalau kamu laki-laki, kamu lebih ganteng mana sama aku ? ekonomi kamu, lebih kaya mana sama aku ? ayo buka-bukaan yo, jangan-jangan kamu kere, jangan-jangan kau penjual nasi goreng, jangan-jangan kamu luru utis (memungut puntung rokok), tu kemarin Ansor lapor di Polda Palu melaporkan saya gara-gara video yang membela ustad Felix, ayo laporkan, apa lu jual gue borong tanpa gue tawar, aku wis blenek ndelok awakmu (saya sudah muak melihat kamu), model-model koyok raimu iku wis mblenek aku (model seperti wajahmu itu sudah muak aku), kalau kamu kyai, kalau kamu ustad ayo duet argumentasi, ayo kamu ceramah, aku ceramah, kamu ceramah disini, aku ceramah disini, banyak mana nanti umatnya yang datang,” kata JPU Basuki, Kamis, (25/5/2019) di Pengadilan Negeri Surabaya Jalan Arjuno.

Kemudian pada Rabu, 12 September 2018 rekaman video tersebut masuk dalam grup Whatsapp PWNU Jatim dan dilihat oleh saksi Dr. H. Moh. Maruf Syah, SH. MH. Dosen/Wakil ketua Tanfidziyah PWNU Jatim. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar