Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka Tindak Pidana Perzinahan, Dokter-Bidan di Mojokerto Tak Mengakui

Bidan MAD saat dibawa penyidik untuk dilakukan visum beberapa waktu lalu. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski Polresta Mojokerto sudah menetapkan dokter orthopedi tulang belakang ARP dan bidan MAD sebagai tersangka tindak pidana perzinahan, namun keduanya tetap tidak mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka mengatakan, pihaknya telah menetapkan keduanya menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana perzinahan. “Keduanya tetap tidak mengakui perbuatannya, tapi saksi kunci menyatakan keduanya terbukti,” ungkapnya, Sabtu (12/10/2019).

Masih kata Kasat, saksi kunci tersebut merupkan saksi ahli dari dokter RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto yang mengeluarkan visum. Dari keterangan saksi ahli, sejumlah saksi serta alat bukti yang ada tersebut, tim penyidik menetapkan keduanya menjadi tersangka.

“Iya kemarin sore penetapan tersangka keduanya tapi keduanya tidak ditahan karena pasal yang diterapkan ancaman sembilan bulan. Kita akan minta keterangan keduanya pada, Selasa pekan depan,” tegasnya.

Tersangka dokter ARP dijerat dengan Pasal 284 ayat (1) KUHP tentang Perzinahan, sedangkan bidan MAD dijerat Pasal 284 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar