Hukum & Kriminal

Insan Pers Diajak Junjung Tinggi Etika Jurnalistik

Pamekasan (beritajatim.com) – Waka Polres Pamekasan, Kompol Moh Asrori Khadafi mengajak seluruh insan pers agar selalu berpegang teguh sekaligus menjunjung tinggi etika jurnalistik dengan menyajikan berita faktual, aktual dan objektif.

Hal itu disampaikan di sela-sela kegiatan Senam Bersama dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Halaman Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81 Pamekasan, Sabtu (8/2/2020). Diikuti sejumlah anggota jajaran hingga perwakilan insan pers.

“Pertama-tama atas nama pimpinan Polri, kami mengucapkan terima kasih kepada undangan serta seluruh anggota Polres Pamekasan yang hadir dalam kegiatan ini. Selamat Hari Pers Nasional 2020, semoga pers nasional semakin profesional dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Waka Polres Pamekasan, Kompol Moh Asrori Khadafi.

Diakuinya jika saat ini merupakan era digital, dimana beragam informasi menyebar cepat di berbagai jejaring media sosial (medsos). “Di media sosial kita kebanjiran berita, ada yang objektif, aktual, kritik konstruktif. Tetapi banyak banyak juga berita bohong, hoax yang mengganggu akal sehat kita,” ungkapnya.

“Seperti kita tahu, berita bohong membuat kegaduhan, banyak berisi caci maki, penuh dengan fitnah, memecah belah masyatakat dan bahkan mengancam persatuan bangsa. Tetapi kami memiliki keyakinan bahwa hal ini nantinya akan semakin mendewasakan kita, mematangkan kita dan akan menjadikan kita tahan uji,” imbuhnya.

Dari itu pihaknya mengimbau agar masyatakat tidak perlu banyak mengeluh atas beredarnya berbagai informasi di berbagai jejaring media sosial, karena fenomena tersebut hampir terjadi di semua negara. “Oleh sebab itu, kita harus bersama-sama stop berita bohong, hoax, berita yang memecah belah, berita-berita fitnah, harus kita hadapi,” imbaunya.

“Dalam kondisi demikian, seharusnya media arus utama, media mainstream harus mampu meluruskan hal yang bengkok, menjernihkan kekeruhan yang terjadi di media sosial. Bukan justru ikut larut dan malah memungut isu-isu yang belum terverifikasi di medsos sebagai bahan berita, kkarena kita sekarang ini bisa melihat kalau ada trending topik di medsos justru dipakai untuk berita tanpa verifikasi benar atau tidak benar,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya berharap para insan pers agar tidak terbawa arus dan terpengaruh dengan fenomena era disrupsi. “Jadi media utama atau media mainstream tidak boleh luntur memperjuangkan etika jurnalistik yang menuntut faktualitas yang menuntut objektivitas dan menuntut disiplin dalam melakukan verifikasi pemberitaan,” harapnya.

“Dati itu, wartawan dan Polri adalah dua lembaga profesi yang saling membutuhkan. Untuk itu perlu dipererat tali silaturahmi dan sinergitas yang telah terjalin dengan baik selama ini, sehingga bersamaan dengan momentum Hari Pers Nasional ini, semoga kemitraan ini kedepannya akan semakin erat dan solid,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar