Hukum & Kriminal

Ini Syarat ambil Motor Hasil Sitaan Cipkon

Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan mengimbau para pemilik kendaraan bermotor yang diamankan akibat terlibat aksi balap liar alias bali dalam operasi Cipta Kondisi (Cipkon), agar mengambil kendaraan mereka dengan menyertakan surat-surat lengkap.

Hal itu disampaikan Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari melalui Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah atas keberadaan sebanyak 113 unit kendaraan roda dua (R2) berbagai jenis yang diamankan di sepanjang Jl Dipenogoro dan Jl Kabupaten, Pamekasan, Jum’at (20/3/2020) dini hari.

“Untuk kendaraan ini dapat diambil dengan cara membawa surat-surat lengkap kendaraan, termasuk juga harus mengembalikan kendaraan ke kondisi semula sesuai standar,” kata Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan, syarat penting untuk kembali mengambil kendaraan hasil operasi cipkon harus dikembalikan ke posisi semula. “Selain dilengkapi surat lengkap kendaraan, kelengkapan motor juga harus dilengkapi. Seperti knalpot brong, ban, spion dan semuanya harus diganti sesuai motor standar,” ungkapnya.

113 unit kendaraan Roda 2 (R2) yang terlibat aksi balap liar, diamankan di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81.

“Selain itu, tidak kalah penting lagi nantinya juga harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksi serupa. Bahkan saat mengambil kendaraan, mereka juga harus bersama orang tua masing-masing,” jelas Kasubag yang akrab disapa Bu Nining.

Seperti diketahui, tercatat sebanyak 113 unit kendaraan R2 diamankan petugas dalam operasi Cipkon di sepanjang Jl Dipenogoro dan Jl Kabupaten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 106 unit masuk katagori tilang (tindakan langsung) dan tujuh lainnya gagal ditilang karena melarikan diri.

Giat tersebut merupakan langkah awal dari jajaran anggota Polres Pamekasan, yang nantinya akan menggelar Operasi Pekat Semeru 2020 yang dijadwalkan digelar mulai hari ini hingga 12 hari kedepan, yakni hingga Selasa (31/3/2020) mendatang.

Giat atau operasi penyakit masyarakat tersebut digelar sebagai upaya sekaligus langkah antisipatif jajaran korp baju cokelat dalam rangka menyambut Ramadan 1441 Hijriyah, dimana sasaran dari giat tersebut seluruhnya berhubungan dengan berbagai jenis penyakit masyarakat. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar