Hukum & Kriminal

Ini Penyebab Terjadinya Perselingkuhan dari Kacamata Psikolog Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada beberapa penyebab seseorang melakukan perselingkuhan. Salah satu psikolog Mojokerto mengungkapkan jika perselingkuhan terjadi karena beberapa faktor, diantaranya ada kebutuhan lain yang tidak bisa terpenuhi oleh seseorang dari pasangannya.

Psikolog, Salis Khoiriyati mengatakan, ada kebutuhan lain yang tidak bisa terpenuhi oleh seseorang dari pasangannya. “Sehingga dari kebutuhan yang tidak terpenuhi itulah, para peselingkuh mencoba mencarinya dari orang lain. Supaya bisa melengkapi satu sama lain,” ungkapnya, Rabu (9/10/2019).

Masih kata dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut KH Abdul Chalim, kebutuhan yang tidak terpenuhi tersebut bisa bermacam-macam. Seperti perhatian yang diberikan oleh pasangan dan kebutuhan seksualnya. Intensitas pelaku perselingkuhan yang sering bertemu juga menjadi faktor.

“Pelaku perselingkuhan yang sering bertemu di tempat yang sama pada jam-jam tertentu, juga bisa menjadi penyebab awal mula terjadinya perselingkuhan. Terjadinya perselingkuhan bukan karena ada niat, tapi juga ada karena kesempatan. Tidak hanya soal materi tapi karena kurangnya perhatian akibat kesibukan dari pasangan, juga bisa menjadi pemicu,” katanya.

Selain itu, lanjut Salis, interaksi dengan lawan jenis secara berlebihan menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan. Salis mencontohkan, biasanya bermula saat bercanda berlebihan dengan lawan jenis yang kemudian dilanjut ke chat pribadi. Pelaku perselingkuhan tidak memperdulikan usia dan latar belakang pasangannya.

“Kalau pasangannya beda usia dengan rentang jarak yang jauh, mereka justru merasakan nyaman karena pada jarak usia yang jauh itu, tingkat kedewasaannya tinggi sekali dan rasa perhatian yang diberikan juga berbeda. Juga tidak memandang profil seseorang. Siapapun bisa melakukannya. Guru, Dokter dan lain lainnya.

“Maka dari itu semua kembali berdasarkan individu dan lingkungannya. Agar tidak selingkuh, harus komitmen dan tidak lupa dengan visi misi pasangan, demi menjaga keutuhan rumah tangga. Curhat ke lawan jenis, jika bukan masalah pekerjaan sebaiknya dihindari,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar