Hukum & Kriminal

Ini Modus Pelaku Penipuan Uang Receh di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam melancarkan aksinya, para pelaku penipuan berkedok penukaran uang receh berbagi peran. Satu pelaku bertugas menghitung, sementara dua pelaku lainnya mengajak ngobrol karyawan toko.

Modus yang dilakukan pelaku yakni dengan cara menghitung uang receh yang dibawanya. Uang pecahan Rp100, Rp200 dan Rp500 yang dibawa para pelaku sebelumnya dihitung oleh dua karyawan toko, dengan cara mengumpulkan pecahan uang yang sama.

Setelah itu, mereka menumpuk sebanyak 10 buah. Namun tak lama, satu orang pelaku mengatakan jika cara menghitung dua karyawan toko tersebut salah dan penghitungan uang receh tersebut diambil alih oleh pelaku tersebut.

Salah satu karyawan toko Lestari, Rodiatul Masruroh (18) mengatakan, sebelumnya uang tersebut dibeber di lantai sebelah kasir sembari duduk lesehan. “Setelah kita samakan pecahannya, seorang pelaku berkata kalau cara menghitungnya disusun tak sesuai nominal saja,” ungkapnya, Kamis (18/4/2019).

Dia menambahkan, pelaku kemudian mengambil alih perhitungan nominal uang koin. Satu demi satu koin disusun oleh pelaku, namun setiap satu susunan nomilan uang koinnya berjumlah Rp1 ribu. Merekapun tanpa curiga menuruti permintaan pelaku.

“Teman saya, Tika Dewi tidak boleh ikut saat uang dihitung pelaku. Saya tak mengetahui hal itu karena saat itu saya diajak mengobrol dengan dua pelaku lain yang berdiri di belakang saya. Saya kira Tika waktu itu juga ikut menghitung, ternyata hanya melihat saja,” ujarnya.

Setelah uang koin sudah tersusun, pelaku tersebut mengumpulkannya. Pelaku mengumpulkan 10 susunan uang koin, total nominal 10 susunan uang koin senilai Rp10 ribu. Setelah dikelompokan menjadi tiap 10 susunan, para pelaku menandai dengan satu koin.

“Satu koin itu dianggap nominalnya Rp10 ribu atau sesuai dengan 10 susunan uang koin. Satu koin dimasukkan ke topi pelaku, setelah selesai uang tersebut diserahkan ke Bu Sri Setyowati, pelaku berkata jik uang itu terkumpul Rp2.294.000,” katanya.

Namun pemilik toko, Sri Setyowati (45) membulatkan nominalnya dan memberikan uang sebesar Rp2,3 juta ke pelaku. Setelah menerima uang hasil penukaran tersebut, para pelaku diduga kabur ke arah Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto.

“Sekitar 30 menit berselang, Bu Setyowati mulai curiga. Pelaku menghitung uang koin yang berjumlah Rp2.294.000 hanya dengan kurun waktu kurang dari satu jam. Kami pun menghitung ulang dan benar saja uang koin itu hanya senilai Rp 500 ribu bukan Rp2.294.000,” jelasnya.

Sadar telah menjadi korban penipuan, pemilik toko kemudian melaporkan kejadian yang terekam camera camera Closed Circuit Television (CCTV) ke pihak kepolisian. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp1,8 juta.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar