Hukum & Kriminal

Ini 5 Inovasi Polres Mojokerto Menuju Predikat WBBM

Mojokerto (beritajatim.com) – Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI) mengapresiasi inovasi Polres Mojokerto menuju Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Ada lima inovasi yang menjadi terobosan Polres Mojokerto.

Lima terobosan tersebut yakni Majapahit Coaching Clinic, Majapahit Charles Payment Servis, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Delivery Servis, Integritas Alarm Sensor System dan Ground Breaking Perumahan Graha Sanika Bhayangkara. Launching digelar di halaman Polres Mojokerto, Selasa (22/1/2019) pasca Polres Mojokerto sukses meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Didampingi Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kemenpan RB RI, Dian Natalisa berkeliling melihat inovasi Polres Mojokerto.

“Luar biasa, ada hal yang selalu baru di penyelenggara pelayanan publik. Sedikit ada yang berbeda, selain ada system alarm pro aktif untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang mengayomi warga, warga tidak perlu menunggu warganya harus yang memencet tombol tapi sudah terhubung dengan sistem yang ada di polres,” ungkapnya.

Begitu juga bentuk pengantaran delivery BPKB, lanjut Dian, inovasi tersebut dinilai lebih memanjakan masyarakat. Pihaknya juga mendukung inovasi Mojopahit Chasless Payment Servis Polres Mojokerto karena dapar meningkatkan akunbilitas, mengurangi hal yang tidak diinginkan.

“Tapi memang membutuhkan edukasi kepada masyarakat karena tentu tidak mudah dari sistem yang sudah ada, tapi saya yakin semakin lama akan dinikmati masyarakat. Juga ada fasilitas perumahan untuk anggota TNI/polri, ini wujud nyata. Satu sisi tidak hanya menuntut penyelenggara pelayanan publik untuk melayani dengan baik namun juga memperhatikan kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Hal tersebut dinilai sangat berarti bagi anggota TNI/Polri yang membutuhkan. Khususnya di Jawa Timur menjadi sesuatu yang mendominasi dalam tanda petik, di bandingkan Polda lain. Karena di Jawa Timur paling banyak dan hal tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen. Tidak hanya di kepolisian, secara keseluruhan Penyelenggara pelayanan publik.

“Namun Polri menjadi acuhan, referensi bagi penyelenggara pelayanan publik lainnya. Butuh tidak hanya komitmen tapi juga implementasi, tidak hanya mempertahankan tapi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk menuju WBBM, cukup banyak indikator. Yakni bersih, melayani tentu banyak hal, pencegahan sangat penting, tindak preventif dan kembali ke SDM,” jelasnya.

Menurutnya, fasilitas dan pendukung sangat penting tapi saat bicara merubah perubahan paradigma keramatamahan. Penegak hukum khususnya Polri yang sebelumnya dinilai sangar, dengan perubahan paradigma ini akan menjadi profesional, modern dan terpercaya. Yakni menunjukkan humanisme, bagamana polisi itu sahabat dan wakil negara yang mengayomi masyarakat.

“Tentu harus didukung pelayanan publik lainnya, ASN perlu mencontoh hal positif dan ditularkan. Polisi bisa maka pemda dan lainnya juga harus seperti itu. Sekarang di polres ada fasilitas difabel, tidak ada lagu antrian dan ada kolaborasi dengan perbankan dan lainnya. Ini perlu kita dukung,” tuturnya.

Keberhasilan Polres Mojokerto, tegas Dian, adalah bentuk komitmen tidak hanya divisikan pada pimpinan paling tinggi, berbagai upaya Polda Jawa Timur menjadi percontohan. Bimbingan intens, tidak hanya kegiatan diupayakan menjadi menuju WBBM karena bersih melayani tidak hanya kata-kata tapi masyarakat yang akan menilai.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi mulai Mabes sampai tingkat polsek untuk melakukan perubahan tersebut diperlukan berbagai lompatan dan berkelanjutan, inovasi harus tetap berjalan meski pimpinan berganti,” tegasnya.

Sementara itu, Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto mengatakan, era globalisasi berdampak pada inovasi. “Satlantas Polres Mojokerto telah melakukan upaya peningkatan kwalitas untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Secara nyata hadir dan mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar