Hukum & Kriminal

Warga Ponorogo Tertipu Undian Berhadiah

Ibu Ini Tergoda Mobil Mewah, Justru Tertipu Rp 14 Juta

Tertipu: Korban penipuan kupon undian berhadiah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Ponorogo. (foto: Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelajaran bagi semuanya, untuk tidak mudah percaya pada promo undian berhadiah. Apalagi undian tersebut memberikan hadiah besar seperti uang puluhan juta maupun berhadiah mobil mewah. Dimana sang pemenang disuruh transfer sejumlah uang, dengan dalih untuk mengurus administrasinya. Padahal itu ujung-ujungnya penipuan, uang sudah ditransfer, hadiah tak datang-datang.

Kisah seperti itu sedang dialami oleh Endang Susiati (30), warga Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Angan-angan ibu rumah tangga itu untuk memiliki mobil kandas, setelah hadiah berupa mobil dari kupon berhadiah didalam jajanan anaknya tersebut tak kunjung datang. Padahal korban sudah mentransfer uang dengan total Rp. 14.700.000,- kepengurusan administrasi hadiah mobil tersebut.

”Iya tadi ada ibu-ibu melapor telah tertipu dengan modus undian berhadiah,” kata KBO satuan Reskrim Polres Ponorogo Iptu Hariyadi, Rabu (11/9/2019).

Penipuan itu berawal dari anak korban setelah pulang sekolah membeli jajanan. Nah dalam bungkus jajan itu ada kupon, kemudian kupon tersebut dikasihkan kepada ibunya. Merasa beruntung mendapatkan kupon berhadiah mobil, korban menghubungi nomor telepon yang tertera dalam kupon berhadiah tersebut.

”Dalam perbincangan lewat telepon itu korban dijanjikan mendapat hadiah mobil, namun dengan syarat untuk mengurus surat-suratnya, korban untuk mentransfer sejumlah uang,” katanya.

Hariyadi menyebut pada Senin (9/9/2019) lalu korban mentransfer uang sebanyak Rp. 4.000.000,- guna untuk kepengurusan surat kendaraan. Keesokan harinya, yakni pada hari Selasa (10/9/2019) korban ditelpon lagi, disuruh transfer lagi, dengan dalih untuk biaya pengiriman mobil.

”Korban transfer lagi sebesar Rp. 10.700.000,-. Dengab keperluan biaya pengiriman mobil,” katanya.

Dan hari ini, kata Hariyadi pelaku yang berinisial EH dan mengaku dari kepolisian itu kembali menelepon korban untuk minta ditransfer uang lagi. Nah saat ketiga kalinya ini, korban baru sadar jika dirinya sedang ditipu. Alhasil, korban langsung melaporkan kejadian penipuan tersebut kepada Polres Ponorogo.

”Merasa sudah ditipu korban langsung melapor kepada kami,” kata Hariyadi.

Mendapatkan laporan, Hariyadi menyebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dengan mengumpulkan barang bukti, seperti bukti transfer dan kupon berhadiah tersebut. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan mudah modus penipuan berkedok hadiah. Baik lewat surat maupun telepon, apalagi disuruh untuk mentransfer sejumlah uang.

”Kami menghimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menanggapi kupon-kupon berhadiah. Karena itu bisa jadi merupakan modus penipuan,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar