Hukum & Kriminal

Hukuman Ahmad Dhani Dikorting Pengadilan Tinggi, Pengacara Belum Puas

Surabaya (beritajatim.com) – Meski mendapat kortingan enam bulan penjara oleh Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan, tak lantas membuat Dhani Ahmad Prasetyo berpuas diri. Suami dari Mulan Jameela ini melalui kuasa hukumnya mengajukan upaya hukum kasasi sebagai bukti tidak menerima putusan hakim tersebut.

Dikatakan kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldw Rahadian, meski Pengadilan Tinggi Jakarta mengurangi vonis 1 tahun 6 bulan menjadi 1 tahun penjara, pengacara akan tetap melakukan upaya banding.

“Vonisnya sudah dikurangi tinggal 1 tahun penjara. Namun kami tetap banding untuk bisa bebas murni,” tegas Aldwin, ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/3/2019).

Kapan upaya bading akan dilakukan? Aldwin mengakatakan akan segera dilakukan. “Segera akan kita lakukan. Kita tetap berupaya Mas Dhani bebas dari segala tuntutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, permohongan banding Ahmad Dhani diterima. Sehingga Ahmad Dhani hanya cukup menjalani penjara selama 1 tahun di kasus ujaran kebencian saat Pilkada DKI Jakarta.

Dalam amar putusan, Pengadilan Tinggi Jakarta mengubah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Sel tanggal 28 Januari 2019, di mana Ahmad Dhani divonis bersalah melakukan ujaran kebencian.

Permohongan banding itu didaftarkan pada 18 Febuari 2019 lalu berjenis perkara pidana khusus dengan nomor 58/Pid.Sus/2019/PT.DKI. Sementara putusan dibacakan, Rabu hari ini.

Vonis penjara Ahmad Dhani dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebelumnya, Ahamd Dhani dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ahmad Dhani dianggap telah melanggar pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ahmad Dhani dilaporkan dalam kasus ujaran kebencian oleh Jack Lapian. Jack melaporkan terkait twit Dhani yang dianggap berisi ujaran kebencian. Ada tiga twit Dhani, salah satunya berbunyi: “Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP”

Dalam sidang pembelaan, ada lima poin pembelaan Ahmad Dhani saat sidang. Satu diantaranya Ahmad Dhani merasa tidak bersalah. Ahmad Dhani pun tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tunggal Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.  [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar