Hukum & Kriminal

Hasil Menggiurkan, Jatmiko Nekat Produksi Arak

Tuban (beritajatim.com) – Hasil yang menggiurkan membuat Jatmiko (38), warga Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban nekad melakukan produksi minuman keras (Miras) jenis Arak.

Padahal, Jatmiko sudah pernah ditangkap dan diproses hukum lantaran melakukan produksi miras. Kini pelaku sudah ditahan untuk menjalani proses hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penggrebekan pabrik miras Arak itu dilakukan oleh pihak Polsek Semanding, Polres Tuban. Awalnya, petugas mendapatkan informasi jika Jatmiko sudah kembali melakukan produksi Arak.

“Pelaku ini sudah dua kali menjalani proses hukum. Setelah sempat vakum, pelaku kembali melakukan produksi lagi,” terang AKP Desis Susilo, Kapolsek Semanding, Polres Tuban.

Berdasarkan keterangan, Jatmiko sudah sekitar dua bulan lalu melakukan produksi miras jenis Arak tersebut. Yang mana setiap hari pelaku menghasilkan sekitar 50 liter.

“Hasil produksinya diambil orang Lamongan. Tengkulak memesan Arak itu dengan kadar alkohol yang mencapai 40 persen,” lanjutnya.

Pelaku yang tidak kapok untuk produksi Arak itu menjual dengan harga Rp 500 ribu setiap dus yang berisikan 12 botol. Harga tersebut naik sekitar seratus persen dari harga biasanya saat masih banyak pelaku produsen.

“Untuk barang bukti yang kita amankan dua dus Arak siap edar atau sekitar 36 liter. Selain itu peralatan untuk produksi juga kita aman, seperti kompor, tabung gas, dandang dan juga drum,” pungkasnya.

Semua barang bukti langsung dibawa ke Polsek Semanding, untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan pelaku produsen Arak itu dijerat dengan Undang-undang Pangan dan sudah ditahan. [mut/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar