Hukum & Kriminal

Hamil di Luar Nikah, Wanita Ini Habisi Bayinya

Surabaya (beritajatim.com) –  Maria Leda Tondu (24) terdakwa kasus pembunuhan terhadap bayinya sendiri  tak berkutik saat tiga saksi didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syamsu Effendi ke persidangan yang digelar di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (18/2/2019).

Tiga saksi yang dihadirkan JPU diperiksa secara bersamaan di depan ketua majelis hakim Dede Suryaman SH MH. Saksi Cipto adalah petugas kebersihan komplek perumahan. Awalnya dirinya tidak mengetahui kalau ada bayi saat mengambil sampah. Namun akhirnya dia mengetahui ada bayi yang sudah mati dibungkus kaos hitam dalam tas kresek.

“Saya ambil sampahnya jam 8 pagi. Saya tahu ketika ada bayi yang mati dibuang, saat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar jam 11 siang,” terang Cipto.

Saksi kedua, Alifah. Dia mengetahui terdakwa hamil, karena pernah melihat saat terdakwa bersih-bersih di depan rumah majikannya dengan perut buncit (seperti hamil). “Saya ngga tahu kapan hamilnya, saya tahunya dia perutnya buncit, saat bersih-bersih di depan rumah majikannya,” jelas Ilafah.

Alifah menambahkan, setelah di ditemukan mayat bayi perempuan, dirinya diminta pihak kepolisian untuk mengamati terdakwa yang juga membantu jaga toko milik majikannya. “Waktu saya amati, wajahnya itu pucat, kayak orang habis melahirkan. Perutnya semula buncit kok terus kempes,” imbuh wanita yang bekerja sebagai tukang sapu jalan di CV. Astri Jaya itu.

Sementara saksi ketiga Umamah menjelaskan bahwa dirinya mengetahui terdakwa hamil, karena pernah ketemu di luar rumah majikannya.” Iya, saya tahu pak. Dia hamil,” kata Umamah yang juga rekan Ilafah.

Ketika keterangan tiga terdakwa ini di tanyakan kepada terdakwa Maria akan kebenarannya oleh hakim Dede, terdakwa kemudian membenarkan. “Iya benar pak hakim,” kata terdakwa asal NTT, Sumba Barat tersebut.

Untuk diketahui, Maria Leda Tondu, bekerja ditempat majikannya Joe A. Moy di komplek perumahan Kejawan Putih, untuk menyembunyikan kehamilannya hasil dari hubungan gelap dengan kekasihnya di Sumba Barat.

Terdakwa merahasiakan kehamilannya kepada Joe. Akan tetapi petugas kebersihan yang bekerja di komplek tersebut mengetahui jika terdakwa hamil dari perutnya yang membuncit, yakni saat membuang sampah dan bersih-bersih di luar rumah sang majikan.

Ketika sudah dirasakan ada kontraksi pada kandungannya, terdakwa melakukan proses persalinan sendiri. Begitu bayi keluar dan menangis, terdakwa langsung menutup mulut hidung bayinya sekita 10 menit hingga mati. Kemudian ditaruh di dalam tas kresek.

Esok harinya terdakwa membuang bayi yang sudah tidak bernyawa tersebut ke tempat pembuangan sampah agak jauh dari rumah majikannya. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 341 KUHP. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar