Hukum & Kriminal

Hakim Tolak Eksepsi Ahmad Dhani, Sidang Dilanjutkan

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriyono menolak keberatan atas dakwaan (eksepsi) yang disampaikan kuasa hukum Ahmad Dhani Prasetyo beberapa waktu lalu.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, hakim Anton dalam putusan sela menyatakan bahwa dalil yang dikemukakan kuasa hukum terdakwa telah memasuki materi perkara sehingga perlu diuji kebenarannya dalam persidangan.

Selain itu, hakim juga berpendapat dan mengamini jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Rahmat Hari Basuki bahwa dakwaan yang disusun JPU sudah memenuhi ketentuan pasal 143 KUHAP baik secara formil maupun matreil.

Secara formil sudah dicantumkan identitas terdakwa secara lengkap dan jelas, dan juga sudah ditanda tangani oleh JPU.

Hakim Anton menambahkan, syarat materiil juga sudah dipenuhi oleh JPU dalam dakwaan karena surat dakwaan sudah dibuat secara cermat, jelas dan lengkap.

“Menolak eksepsi terdakwa, memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melanjutkan sidang dengan pembuktian,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, tim kuasa hukum Ahmad Dhani yakni Aldwin Rahadian menyebut dalam eksepsinya bahwa syarat formil dakwaan jaksa penuntut umum, ada beberapa point dakwaan yang tidak sesuai syarat formil, seperti penerapan pasal dan penjelasan aksi pidana yang dilakukan kliennya.

“Tidak dijelaskan secara lengkap bagaimana klien kami melakukan tindak pidana, dalam dakwaan hanya disebut Ahmad Dhani melakukan vlog video. Bukan bagaimana mentransmisikan sesuai pasal yang dikenakan yakni pasal 27 ayat 3,” jelasnya waktu itu.

Selain itu, pasal yang dikenakan adalah jika ada delik aduan perseorangan bukan badan hukum. “Tapi dalam perkara ini, yang melaporkan adalah lembaga Koalisi Bela NKRI, ini bukan perseorangan,” jelasnya.

Dalam sidang sebelumnya, Ahmad Dhani didakwa melanggar Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.
Caleg Partai Gerindra itu ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Timur atas laporan Koalisi Bela NKRI.

Ahmad Dhani dalam dalam vlognya menyebut kelompok penolak deklarasi 2019 Ganti Presiden di Surabaya pada 26 Agustus 2018 lalu dengan kata-kata “idiot”. Kata-kata idiot oleh Ahmad Dhani diucapkan saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit, Surabaya. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar