Hukum & Kriminal

Hakim Ngotot Nyatakan 3 Terdakwa Kasus Sipoa Bersalah

Surabaya (beritajatim.com) – Meski sudah membayar dana refunds kepada 73 orang konsumen pada kelompok Dikky Setiawan dkk, Ir. Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa divonis enam bulan penjara atas kasus tersebut. Menanggapi vonis itu kuasa hukum terdakwa tidak sependapat dengan putusan hakim.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Aris Birawa, Ir Klemens Sukarno Candra dan terdakwa Budi Santoso terbukti bersalah terbukti secara sah melakukan tindak penipuan secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Sifa’urosoddin di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (15/2/2019).

Dalam perkara ini, majelis hakim berpendapat bahwa unsur-unsur tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 KUHP dan atau Pasal jo Pasal 55 ayat 1 yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada para terdakwa sudah sudah terpenuhi.

“Unsur-unsur itu antara lain ; dengan maksud untuk menguntungkan diri secara melawan hukum, menggerakkan orang untuk menyerahkan barang sesuatu, dengan menggunakan salah satu upaya penipuan dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan,” jelas Sifa.

Hakim juga berpendapat bahwa putusan ini sudah adil dengan pertimbangan hal-hal yang meringankan bahwa para terdakwa sudah membayar dana refunds kepada 73 orang konsumen yang menjadi pelapor kasus ini, dan bersikap sopan di persidangan. “Sedangkan hal yang memberatkan bahwa perbuatan yang sudah dilakukan oleh oleh ketiga terdakwa dianggap majelis hakim dapat menghilangkan kepercayaan publik dalam penjualan properti,” ujarnya.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan 3 tahun yang diajukan JPU Novan Aprianto sebelumnya. Menanggapi vonis tersebut, terdakwa Aris Birawa, Klemens dan Budi melalui dan kuasa hukumnya tidak sependapat dengan putusan hakim dan berencana mengajukan banding dalam 7 hari ke depan. “Kami tidak sependapat. Namun pertimbangan hakim tersbut akan kami jawab dalam 7 hari ini, ya 7 hari. Kami akan konsultasikan putusan ini dengan terdakwa dulu, kami ingin dalami dulu.” kata Sugeng Teguh Santoso, salah satu tim penasehat hukum para terdakwa, usai sidang.

Namun tentang terdakwa Aris Birawa, Sugeng menyatakan ada dua hal penting yang harus diselesaikan. Pertama, akan segera mendatangi kejaksaan untuk mengurus pembebasannya dari tahanan, sebab, untuk perkara ini ia sudah ditahan selama 8 bulan.

“Pak Aris kan hanya terkena perkara ini, dan sudah diputus 6 bulan dan Pak Aris sudah menjalani tahanan selama delapan bulan. Jadi hari ini saya mau minta Pak Aris bisa keluar.” kata Sugeng.

Kedua, sambung Sugeng, ia akan mengajukan permohonan supaya barang bukti Aris Birawa seperti aset-aset tanah, uang dan mobil segera dikembalikan, kecuali surat pemesanan tetap masuk dalam berkas perkara?arena sudah terjadi perdamaian dengan pelapor.

“Jadi untuk aset milik Aris baik perseorangan maupun badan hukum akan kita minta untuk dikembalikan, termasuk uang sebesar Rp 21 milar yang sudah disita. Tadi dalam berkas putusan kan disebutkan agar dikembalikan,” sambung Sugeng.

Lebih penting lagi, Sugeng tetap melihat bahwa putusan majelis hakim tersebut tetap dianggap tidak adil, sebab dengan putusan seperti itu bakal berdampak banyak perusahaan pengembang yang belum tepat waktunya, terkena pidana.

“Iklim investasi dibidang properti akan berdampak. Kami tetap tidak sependapat dengan putusan hakim tersebut ya,” pungkas Sugeng.

Diketahui, pada saat Ir Klemen Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa duduk dikursi pesakitan PN Surabaya, Sipoa Grup sudah membayar dana refunds kepada 87 orang konsumen dari kelompok Dikky Setiawan dkk, LP No. LBP/373/III/2018/IM/JATIM), sejak 6 Desember 2018 lalu.

Refunds diberikan oleh Sipoa Grup, di Bank BCA Rungkut, Jalan Raya Kendangsari Industri No. 2, Kota Surabaya itu untuk memenuhi permintaan dari konsumen yang menghendaki solusi cepat dalam bentuk cash dan pemberian hak tanggungan, yang diberikan tanpa ada pemotongan apapun. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar