Hukum & Kriminal

Hadiah Lomba Molor, Ini Penjelasan Ketua Panitia HUT Pemkab Malang 2018

Malang (beritajatim.com) – Molornya hadiah lomba batik di hari jadi Pemkab Malang tahun 2018 lalu, ditindaklanjuti Kepolisian Resor Malang. Ketua Panitia yang juga Koordinator HUT Pemkab Malang Ke-1258 tahun 2018, Nurcahyo, dipanggil Polisi atas permasalahan itu.

Menurut Nurcahyo, Jumat (11/10/2019) pagi di ruang Satreskrim Polres Malang, pihaknya dipanggil atas keterlambatan penyerahan lomba batik. “Ya sebagai warga negara yang baik, kami datang. Terkait lomba batik itu, saya memang koordinator HUT Pemkab Malang saat itu,” ungkap Nurcahyo pada beritajatim.com.

Kata Nurcahyo, seluruh rangkaian kegiatan HUT Pemkab Malang tahun 2018 lalu, tidak memakai anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Malang. Melainkan, ditanggung masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai dengan bentuk kegiatannya.

“Kami selaku panitia kegiatan saat itu tidak tahu berapa nominal biaya semua kegiatan. Karena setiap acara, ada leading sectornya dari masing-masing SKPD. Jadi saya hanya mengkoordinir saja,” beber Nurcahyo yang saat ini menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Malang itu.

Nurcahyo berdalih tidak mengetahui secara pasti berapa nilai dana kegiatan HUT Pemkab Malang kala itu. “Kalau total anggaranya berapa saya tidak tahu sama sekali. Karena bentuk kegiatanya diserahkan ke SKPD masing-masing. Seperti lomba batik itu, yang menjadi penanggung jawab adalah Dinas Koperasi. Ketika hadiah batik terlambat diserahkan, otomatis kita yang harus menanggung dan menyelesaikan,” urainya.

Masih kata Nurcahyo, karena Dinas Koperasi tidak ada anggaran hadiah lomba, otomatis mereka menyerahkan permasalahan ini ke Panitia besar. “Kami ini sudah tidak tahu apa-apa, tapi kena getahnya. Sehingga, saat ada hadiah lomba molor, terpaksa kita selesaikan. Karena kita berada di posisi panitia besarnya. Nominal hadiah lomba batik total Rp 27,5 juta. Untuk hadiah juara satu sampai harapan tiga,” paparnya.

Nurcahyo menambahkan, pada saat ditunjuk menjadi Ketua Panitia HUT Pemkab Malang ke-1258, dirinya masih menjabat Kadis Perindustrian dan Perdagangan. Nurcahyo juga menjelaskan sejumlah kegiatan hari jadi Kabupaten Malang kala itu, juga dibantu sponsor dari Bank Jatim dengan nilai sponsor sebesar Rp 125 juta.

“Jadi begini mas, kita di panitia itu tidak punya anggaran sebenarnya. Hanya mengkoordinir kegiatan, lalu kita buat proposal, dan dibantu Bank Jatim Rp 125 juta. Kompensasinya, Bank Jatim boleh memasang baner atau logo pada setiap kegiatan HUT Pemkab Malang. Hanya itu saja, kalau anggaran untuk kegiatan di masing-masing SKPD kami tidak tahu nilainya,” pungkas Nurcahyo.

Masih dikatakan Nurcahyo, nilai Rp 125 juta dari sponsor Bank Jatim bukan untuk acara lomba batik. Karena pada saat itu, acara lomba batik masih belum diusulkan. “Bentuk kegiatannya banyak mas. Ada kontes ternak, ada expo di Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga. Lalu ada launching Malang Beach juga, terus kirab budaya juga,” Nurcahyo mengakhiri. Hingga berita ini diunggah, Nurcahyo masih dimintai keterangan seputar hal tersebut di Unit IV Tipikor, Satreskrim Polres Malang. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar