Hukum & Kriminal

Firasat Aneh dari Tetangga

Guru Tari Dimutilasi, Papan Nama CK Dancer Jatuh

Kediri (beritajatim.com) – Lilik Fadiah, tetangga ruko milik Budi Hartanto (28) korban mutilasi asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri memiliki firasat buruk sebelum guru tari itu dibunuh. Lilik sempat berdoa supaya korban dan teman-temannya yang tergabung dalam sanggar CK Dancer Kediri tetap baik-baik saja.

“Sebelumnya saya sempat mikir papannya jatuh karena terkena hujan deras. Ada semacam firasat, tetapi mudah mudahan tidak apa-apa. Kok ternyata ini. Karena biasanya saya ingat firasat-firasat biasanya begitu,” ucap Lilik di rukonya kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri.

Wanita berhijab ini memiliki ruko yang bersebelahan dengan ruko yang disewa oleh korban. Ruko untuk usaha jasa terapi, bekam, pijat dan obat herbal tersebut ada di sebelah timur sanggar CK Dancer Kediri. Menurut Lilik, korban merupakan sosok pemuda yang baik dan ramah. Begitu juga dengan teman-temannya sesama dancer.

“Kalau pas di ruko, korban biasanya aruh-aruh (baca : menyapa). Cuma bilang mari bu. Kalau dengan korban saya tidak terlalu kenal. Anak saya yang kenal. Tetapi, satunya yang namanya mas Zendi itu yang ada di Luar Jawa, saya malah kenalan,” imbuh Lilik.

Menurut Lilik, korban menyewa dua ruko. Satu blok digunakan untuk Sanggar CK Dancer dan satu lainnya dipakai untuk kafe. Korban mulai beraktivitas di ruko miliknya sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. “Kadang sampai pukul 01.00 WIB,” imbuh Lilik.

Sebelumnya, Lilik sempat menegur korban. Pasalnya, suara musik yang diputar pada malam hari terlalu kencang. “Kadang-kadang suara musiknya mengganggu. Tetapi setelah kita kasih tahu, mereka mengerti. Saya melihat anaknya baik-baik,” ucap Lilik.

Untuk diketahui, Budi Hartanto selain menjadi tenaga honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri juga seorang dancer sekaligus guru tari. Budi kerap mendapatkan tawaran menari diberbagai instansi baik swasta maupun negeri. Selain itu, dia juga memberikan les tari di berbagai tempat, selain melatih di sanggarnya. Murid-muridnya dari kalangan pelajar SD, SMP hingga SMA.

Hingga kini, kepolisian dari Polda Jawa Timur bersama Polres Kediri Kota dan Polres Blitar Kota belum berhasil menemukan bagian kepala korban. Selain itu, petugas juga belum dapat mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Sedikitnya, 16 orang saksi telah dimintai keterangan korban. Mereka berasal dari kalangan teman korban, orang tua, maupun saksi yang pertama kali menemukan jenazah korban dalam keadaan tanpa busana dan tanpa kepala disebuah koper di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Selasa (2/4/2019) pagi lalu. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar