Hukum & Kriminal

Geger Mayat Dalam Koper di Blitar

Guru Tari asal Kediri Dimutilasi, Korban Dikenal ‘Kemayu’

Budi Korban Mutilasi di Udanawu Blitar semasa hidup

Kediri (beritajatim.com) – Budi Hartanto (28) korban mutilasi yang jezahnya dimasukkan ke dalam koper dan dibuang di bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dikenal kemayu alias memiliki gestur tubuh gemulai. Oleh karena itu, mencuat motif pembunuhan korban terkait dengan isu LGBT atau hubungan sesama jenis.

“Info yang berkembang (di luar) memang seperti itu. Kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono. Tetapi, hingga kini kepolisian tidak menemukan bukti-bukti yang mengarah motif LGBT.

Menurut Kasat Reskrim, penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian tetap berdasarkan fakta. Pihaknya juga menunggu hasil otopsi dari forensik. Sembari menunggu hasil itu, polisi melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Kebanyakan dari mereka adalah teman Budi Hartanto.

Sejumlah teman korban yang diperiksa sebagai saksi semuanya adalah pria ‘gemulai’ (kemayu). Menurut Kasat, sudah ada lima orang teman korban yang dimintai keterangan. Kelima teman korban yang diperiksa sebagai saksi semua laki-laki. Pihaknya juga memintai keterangan keluarga Budi, diantaranya Darmaji, ayahnya.

Surahmat, kerabat korban tidak menyangkal apabila keponakannya tersebut berperilaku gemulai. “Budi (korban) mbanceni (gemulai), tapi orangnya baik, ramah dengan warga, supel bergaul dan baik dengan orang tua,” kata Surahmat kepada sejumlah wartawan di RSU Mardi Waluyo Blitar, beberapa waktu lalu saat menunggu jenazah.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Timur bersama Polres Blitar Kota dan Polresta Kediri bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pembunuhan mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) guru honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri. Selain memeriksa saksi-saksi yang kini sudah sejumlah 13 orang, kepolisian juga terus mencari bagian kepala korban yang belum ditemukan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dikumpulkan kepolisian, kini telah mengarah ke beberapa alternatif pelaku. Sementara itu, menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, pelaku ditengarai lebih dari satu orang dengan indikasi beberapa motif, diantaranya asmara, menguasai harta dan dendam dengan guru dance dan driver angkutan online tersebut. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar