Hukum & Kriminal

Manajer Pemeliharaan PDAM Diserahkan ke Kejaksaan Surabaya

Gurit Tutupi Wajah Pakai Topi dan Hindari Wartawan

Surabaya (beritajatim.com) – Manajer Pemeliharaan Distribusi PDAM Surya Sembada, Retno Tri Utomo alias Gurit diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Rabu (13/3/2019). Penyerahan tersebut dilakukan oleh
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Saat keluar dari mobil tahanan, dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda, pejabat PDAM Surya Sembada ini lebih memilih menutupi wajahnya dengan topi.

Tak hanya menutupi wajahnya, Retno Tri Utomo alias Gurit ini juga berjalan dengan cepat menghindari para awak media yang ingin mengabadikan wajahnya.

Sebelum Retno Tri Utomo alias Gurit ini datang ke institusi yang ada di Sukomanunggal ini, sudah terlihat tiga Jaksa Muda pada pidana khusus Kejagung RI di Kejari Surabaya.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan tak satu pun pihak Kejagung RI maupun Kejari Surabaya enggan memberikan komentarnya.

Manajer pemeliharan jaringan distribusi PDAM Surya Sembada Surabaya ini ditetapkan tersangka berdasarkan surat Tap-17/F.2/Fd.2/2019 tgl 3 januari 2019.

Gurit diduga menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan yang ada pada jabatannya atau pemerasan dengan meminta uang sebesar Rp 1 miliar kepada Chandra Arianto selaku Direktur PT Cipta Wisesa Bersama yang saat itu ditunjuk sebagai Penyedia Barang/jasa Pembangunan Jaringan Pipa DN-300 dan DN-200 di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MEER) Sisi Timur.

Aksi pemerasan ini dilakukan Gurit secara bertahap, yakni sebanyak delapan kali dengan total Rp 900 juta melalui transfer ke rekening bank yang telah ditentukan Gurit.

Dalam kasus ini, Gurit disangkakan melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 421 KUHP. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar