Hukum & Kriminal

Gerebek Galian Diduga Ilegal, Polres Mojokerto Sita 6 Truk dan Alat Berat

Barang bukti berupa truk yang diamankan Polres Mojokerto dari lokasi galian galian diduga ilegal di aliran Sungai Selomalang, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto melakukan penggrebekan di lokasi galian diduga ilegal di aliran Sungai Selomalang, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Dari hasil pengrebekan, petugas menyita enam unit truk dan satu alat berat.

Pengrebekan dilakukan petugas pada, Kamis (13/2/2020). Saat ini, satu alat merk Sumitomo warna kuning beserta kunci dan enam truk nopol S 9258 UU, S 9259 UU, S 926 UU, S 9623 UP, S 9709 UP dan S 9903 UN berada di Mapolres Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Yoga membenarkan, terkait penggrebekan yang dilakukan pihaknya tersebut. “Kita lidik dulu. Ini ada foto yang masuk ke Kapolres, kami tindaklanjuti. Kita cek dulu ini, apa ada izinnya apa belum, nanti akan kita tanyakan,” ungkapnya, Jumat (14/2/2020).

Masih kata Kasat, pihaknya menunggu satu kali 24 jam untuk melihat apakah izin yang dimiliki galian tambang tersebut sudah sesuai. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah titik galian tersebut berada di lokasi yang tidak seharusnya digali ataupun aliran Sungai Selomalang.

“Untuk mengetahui itu, diperlukan ahli dalam membuktikannya. Ini yang perlu dijelasin, sama nantikan pemeriksaan ahli. Kalau kita menentukan titik koordinat tapi tidak ada dasar. Kita juga akan jelasin ke Balai Besar Sungai, apakah masuk bantaran sungai atau tidak,” katanya.

Kasat menambahkan, selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga meminta keterangan dari enam sopir, operator alat berat dan juga cekker. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mendalami penyelidikkan aktifitas penambangan yang diduga ilegal tersebut.

“Ada 7 sopir, operator alat berat dan cekkernya. Iya masih pendalaman, ini nanti panjang pemeriksaannya,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar