Hukum & Kriminal

Gara-gara Bersiul, Penonton Seni Jaranan Babak Belur Digebuki

Foto ilustrasi.

Kediri (beritajatim.com) — Dua orang seniman jaranan dan empat simpatisan diamankan Polres Kediri setelah melakukan pengeroyokan terhadap penonton pertunjukkan seni kuda lumping di Kabupaten Kediri. Mereka, Joko Prasetyo (27) warga Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Eko Priyono (44) warga Desa Beduk, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Selanjutnya Riadi (36) warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Prambon, Nganjuk, Rahmad Kurniawan (30) warga Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Sunu David Amanu (27) warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dan Suhartoyo (39) warga Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Keenamnya mengeroyok Sukma Riadi, warga Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Peristiwa tersebut terjadi saat pertunjukkan seni kuda lumping Rogo Samboyo Putro di Desa Sumber Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada Minggu 13 Januari 2019 lalu. Korban dipukuli dan diinjak-injak hingga mengalami luka memar di mata, kepala dan dadanya.

Paska kejadian tersebut, anggota Reskrim Polres Kediri berhasil mengamankan keenam orang pelaku. “Pengeroyokan tersebut dipicu masalah sepele yakni, adanya pelemparan sandal dan siulan dari penonton saat pertunjukkan berlangsung. Di antara pelaku ada yang terpengaruh minuman keras,” kata Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal, Kamis (17/1/2019).

Para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan dan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Karena aksi tawuran kerap mewarnai pertunjukan seni jaranan di Kediri, Polres Kediri akan mengevaluasi perizinanya dan track record grup jaranan yang akan tampil. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar