Hukum & Kriminal

Tangkal Paham Terorisme

FKPT Jatim Dorong Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Kediri (beritajatim.com) — Ketua Bidang Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Hesti Armiwulan, mengatakan perkembangan radikalisme dan terorisme saat ini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, adanya perubahan trend keterlibatan perempuan yang saat ini tidak sebatas sebagai simpatisan, melainkan sudah pada tahap pelaku aksi.

“Yang terbaru kemarin di Sibolga, seorang ibu meledakkan diri bersama anaknya. Ini sangat menyedihkan, karena perempuan yang dulu adalah korban terorisme, sekarang sudah menjadi pelaku,” kata Hesti dalam acara Pelatihan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme, Kamis (14/3/2019).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan FKPT Jawa Timur. Kegiatan yang mengangkat tema “Perempuan Agen Perdamaian” tersebut mendorong pentingnya memiliki kemampuan deteksi dini.

Hesti mendorong perempuan untuk menjadi agen perdamaian untuk mencegah terulangnya kejadian serupa (perempuan menjadi pelaku teror bom, red). Kemampuan deteksi dini disebut sebagai daya cegah yang harus dimiliki oleh perempuan diantaranya ciri-ciri pelaku radikalisme dan terorisme.

Baca Juga:

    “Tapi jangan mengenali pelaku terorisme berdasarkan penampilan fisiknya, karena itu berarti kita menstigma. Kenali mereka karena sikap dan pemikirannya, misalkan berlaku eksklusif, mengajak ke adanya permusuhan, menolak hidup damai berdampingan, dan mengajak ke tindakan-tindakan yang menjurus ke terorisme,” jelas Hesti.

    Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya tersebut juga mengatakan, untuk menjadi agen perdamaian kaum perempuan harus memiliki framing kenegaraan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai hal yang wajib dijaga keutuhannya.

    “Jika ada teman saudara atau siapapun yang menolak NKRI tetap utuh, itu tanda-tanda pelaku radikalisme dan terorisme,” tandasnya.

    Di akhir paparannya mantan komisioner Komnas HAM tersebut berpesan pentingnya setiap warga negara untuk tetap bergandengan tangan, apapun latar belakang suku, agama, dan status sosialnya dalam masyarakat. Kemampuan kaum perempuan mengkampanyekan toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat adalah wujud nyata keterlibatan dalam mencegah radikalisme dan terorisme. [nng/ted].

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar