Hukum & Kriminal

Fenomena Pelajar Demo, Polresta Kediri Bersama Guru Bentengi Anak Didik

Kediri (beritajatim.com) – Adanya fenomena pelajar berunjuk rasa secara anarkis di Jakarta, beberapa waktu lalu langsung disikapi oleh Polresta Kediri. Dengan mengundang ratusan kepala sekolah, kepolisian mengadakan sebuah Focus Group Discussion atau FGD.

Forum FGD tersebut berlangsung di Ruang Rupatama Markas Polresta Kediri, Rabu (9/10/2019). Kepolisian mengundang 100 an orang kepala sekolah tingkat SMP sederajat, SMA, SMK dan MA untuk berdiskusi tentang peran guru dalam mencegah anak berhadapan dengan hukum.

Kasat Binmas Polresta Kediri, AKP Kusumardi mengatakan, dalam diskusi ini pihaknya memberikan materi tentang pemahaman perkembangan kasus kekerasan anak di wilayah hukum Polresta Kediri.

“Materi lainnya adalah tentang perspektif hukum pelibatan anak dalam kasus yang membahayakan serta peranan kepolisian, guru dan masyarakat dalam mewujudkan anak Indonesia, menjadi generasi emas,” kata AKP Kusumadi.

Masih kata mantan Kabag Humas Polresta Kediri ini, FGD bersama kepala sekolah ini merupakan Program Promoter Kapolri kedelapan dalam membangun kesadaran kamtibmas. Polri mengajak guru pendidik untuk aktif dalam mencegah siswa-siswinya terlibat kasus hukum.

Kepolisian melihat perkembangan teknologi informasi (IT) yang mempengaruhi fenomena pelajar demo anarkis. Pasalnya, berdasarkan kajian polisi, pelajar bergerak turun ke jalan untuk berunjuk rasa, setelah menerima ajakan melalui media sosial. [nng].

Apa Reaksi Anda?

Komentar