Hukum & Kriminal

Faktor Ekonomi dan Perselingkuhan Dominasi Penyebab Perceraian di Ponorogo

Panitera Pengadilan Agama Ponorogo Ishadi (foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2019 lalu, Pengadilan Agama (PA) Ponorogo mencatat ada 2952 perkara perceraian yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2805 perkara sudah diputus oleh PA Ponorogo.

“Sisanya yang berjumlah 147 akan diputuskan tahun 2020 ini,” kata Panitera Pengadilan Agama Ponorogo Ishadi, Rabu (22/1/2020).

Dari data 2805 perkara yang diputus, Ishadi merinci sebanyak 1513 diantaranya merupakan cerai gugat. Sedangkan 592 perkara merupakan cerai talak. Artinya dalam tahun lalu yang dominan mengajukan permohonan perceraian dari pihak perempuan. Faktor ekonomi menyumbang paling tinggi penyebab perceraian tersebut. Diperingkat kedua penyebab perceraian adalah hadirnya pihak ketiga. Umumnya, keberadaan pihak ketiga membuat salah satu pasangan meninggalkan keluarga.

“Sebenarnya penyebab perceraian beragam, namun yang paling tinggi ya faktor ekonomi dengan 1711 perkara dan adanya pihak ketiga sebanyak 204 perkara,” katanya.

PA Ponorogo, kata Ishadi sebenarnya berupaya memediasi pemohon dan termohon perceraian tersebut. Oleh sebab itu, Ishadi mengharapkan jika mereka datang langsung di persidangan. Dan tidak diwakilkan kepada pengacara. “Kalau pasangan bertemu di persidangan bisa dilakukan proses mediasi, dengan harapan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sehingga pasangan tersebut kembali rujuk,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar