Hukum & Kriminal

Eksekutor Pembunuhan di Apartemen Pakuwon City Dituntut 12 Tahun Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menuntut pidana masing-masing selama 12 tahun penjara pada tiga terdakwa kasus pembunuhan terhadap Jamaluddin di kamar 1707 lantai 17 Tower Harvard Apartemen Educity, komplek perumahan eliet Pakuwon City.

Ketiga terdakwa yakni Supandi (33), Rian Hidayat (24) dan Achmad Syafii (44) oleh Jaksa dianggap terbukti
telah menghilangkan nyawa orang lain secara seketika.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana,” ujar JPU Suparlan dalam tuntutannya yang dibacakan di ruang Kartika 2, PN Surabaya, Senin (11/2/2019).

“Memohon majelis hakim untuk menyatakan terdakwa masing-masing bersalah melanggar pasal 338 KUHP, yaitu seketika itu juga melakukan pembunuhan. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa masing masing 12 tahun penjara,” lanjut Parlan.

Jaksa menyatakan perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat, menimbulkan hilangnya nyawa sehingga mengakibatkan kesedihan bagi keluarga korban.

Usai mendengarkan tuntutan, Sigit Sutriono selaku ketua majelis dalam perkara ini memberikan waktu selama tiga hari kepada ketiga terdakwa untuk mengajukan pembelaan.

“Pembelaannya boleh melalui kuasa hukum atau ditulis tangan di kertas juga tidak apa-apa. Sidang kita lanjutkan sampai dengan tanggal 14 Pebruari dengan agenda pembacaan nota pembelaan,” kata Sigit Sutriono, Hakim ketua yang memimpin sidang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suparlan dalam uraian dakwaanya menyebutkan, peristiwa pembunuhan ini terjadi di kamar 1707 lantai 17 Tower Harvard Apartemen Educity, komplek perumahan eliet Pakuwon City. Jasad Agung Pribadi ditemukan Senin (28/5/2018), pagi. Polisi lalu kemudian memburu empat orang yang diduga pembunuhan.

Selain Imam, ada pelaku yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Ridi. Dia adalah otak pembunuhan Jamaluddin. Kemudian terdakwa lain dalam perkara ini adalah Supandi dan Ryan Hidayat (berkas berbeda). Sedangkan motif dari pembunuhan ini adalah karena cemburu.

“Terdakwa ditangkap petugas pada Jum’at (8/6/2018), sekitar pukul 06.00 di Dusun Krajan, Desa Kedung Rejo, Banyuwangi,” katanya.

Dalam dakwaan disebutkan, Eva Tri Sulisningtyas merupakan istri simpanan Ridi. Jamaluddin sering berkirim pesan ke Eva melalui aplikasi chatting. Selama ini, Jamaluddin selalu mengirim pesanan narkoba pada Ridi ke Surabaya melalui pesawat terbang.

Terkadang, korban (Jamaluddin) bertemu Eva. Hubungan bisnis narkoba antara Ridi dengan korban yang berlangsung lama, membuat hubungan keduanya cukup baik. Termasuk kedekatan korban dengan Eva. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar