Hukum & Kriminal

Duh.. Akad Nikah Mau Dibiayai dari Penggelapan Scafolding

Gresik (beritajatim.com) – Perbuatan Moch.Rain (44) warga Desa Sambikerep, Kecamatan Menganti, Gresik, layak tidak ditiru. Mochammad nama panggilan sehari-sehari dilaporkan ke polisi karena menggelapkan 464 scafolding dengan dalih buat akad nikah.

Akibat perbuatannya itu, Moch.Rain terpaksa mendekam di penjara Polsek Menganti, Gresik karena melakukan penipuan terhadap PT Cipta Mandiri Nusantara Abadi.

Kasus penggelapan (Penipuan) scafolding ini berawal saat tersangka Moch.Rain mendatangi PT Cipta Mandiri Nusantara Abadi hendak menyewa barang berupa scafolding. Setelah itu, terjadi akad sewa menyewa. Selanjutnya, tersangka datang lagi ke perusahaan yang menyewakan scafolding dan setiap harinya perusahaan tersebut mengirim scafolding ke tersangka.

Ada sebanyak 464 buah scafolding yang awalnya uang sewa dibayar secara lancar. Tetapi, pada bulan Februari 2017 tersangka menunggak pembayaran scafolding. Karena terlalu lama menunggak pembayaran, PT Cipta Mandiri Nusantara Abadi terus menghubungi tersangka. Namun, tetap beralasan belum ada pembayaran dari owner proyek.

Kendati terus ditagih, tersangka berjanji akan mengembalikan scafolding yang disewa. Tetapi, kenyataannya belum dikembalikan, dan barang-barang berupa scafolding tidak jelas keberadaannya.

Akibat tidak ada itikad baik dari tersangka, PT Cipta Mandiri Nusantara Abadi selanjutnya, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menganti. Tersangka digelandang Polsek setempat karena melakukan penipuan.

Kapolsek Menganti AKP Ramadhan Nasution menuturkan, tersangka diringkus di tempat tinggalnya setelah dilaporkan perusahaan penyewa scafolding karena melakukan penipuan.

“Akibat kasus tersebut perusahaan scafolding mengalami kerugian material Rp 525 juta,” tuturnya, Selasa (25/06/2019).

Selain mengamankan tersangka kata Ramadhan Nasution, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu bendel surat jalan pengiriman scafolding.

“Barang bukti berupa surat jalan pengiriman kami sita untuk melengkapi pemeriksaan. Atas perbuatannya itu, tersangka kami jerat dengan pasal 378 KHUP ancaman 4 tahun penjara,” pungkas Ramadhan. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar