Hukum & Kriminal

Duda Beranak Dua Tega Lakukan Ini ke Gadis SMP di Pulau Bawean Gresik

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Entah setan apa yang merasuk pada pikiran Ihlal (44), duda beranak dua asal Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean Gresik. Ihlal dengan tega mencabuli KN (15) siswa kelas VIII SMP di Bawean.

Aksi bejat pelaku terungkap usai korban melaporkan hal ini ke orang tuanya.
Kepada pihak keluarga korban menuturkan, dia baru saja menjadi korban asusila yang dilakukan oleh Ihlal, yang juga tetangganya sendiri.

Kasus asusila ini berawal pada Rabu (26/6) lalu saat korban KN janjian dengan pelaku mau bersilaturrahmi ke rumah salah satu rekannya yang ada di desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura.

Saat itu, korban dijemput oleh salah satu temannya berinisial N dirumahnya sekitar pukul 19.00 wib dengan menggunakan mobil pelaku.

“Sebelum kejadian saya dijemput meggunakan mobil oleh Nur. Di dalam mobil selain ada pelaku juga ada temannya bernama Burhan. Kita pergi berempat malam itu,” ujar KN, Jumat (28/06/2019).

Masih menurut penuturan KN, sewaktu sampai di Kecamatan Sangkapura rupanya pelaku mengarahkan mobilnya ke sebuah tempat sepi di Dusun Pedalaman, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura. Niat jahat Ihlal sudah direncanakan. Pelaku menurunkan dua penumpang lain sehingga korban bisa berduaan di dalam mobil dengan pelaku.

“Di dalam mobil yang saya tumpangi itu. Saya dipaksa minum arak. Tapi saya menolak dan tidak mau. Pelaku menampar pipi saya sampai pingsan,” paparnya.

Melihat saya tidak berdaya lanjut KN, pelaku akhirnya melampiaskan nafsu bejatnya. Usai puas akhirnya pelaku mengantarkan korban ke rumah. Dengan kondisi sempoyongan pelaku masuk ke dalam rumah lalu menceritakan kejadian yang menimpa dirinya.

Mengetahui menjadi korban asusila. Orang tua korban KN tidak terima anaknya dicabuli. Sehingga, melaporkan peristiwa ini ke polisi.

Bahkan, Basori salah satu kerabat korban menuturkan pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, polisi juga belum bertindak alasannya kasus tersebut menyangkut kejahatan anak maka diserahkan ke unit PPA Polres Gresik.

Kapolsek Tambak AKP Sujiran membenarkan kejadian tersebut. Namun demikian pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Sangkapura.

“Memang benar korbannya warga saya. Kemarin kepala desanya laporan ke kantor namun kami arahkan ke unit PPA Polres karena korban masuh dibawah umur,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar