Hukum & Kriminal

Dua Residivis Tunduk di Tangan Unit Resmob Polrestabes Surabaya

Sultan pelaku penjambretan HP saat Ditanya, Iptu Bima Sakti, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Sultan Agung (36), asal Jalan Simomulyo Baru 7/12 dan Rudianto (40), asal Jalan Simomulyo Baru 4-E/28 Surabaya, harus tunduk di tangan Unit Satreskrim Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya.

Bahkan, Rudianto harus terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya akibat melawan saat penangkapan pada 5 Januari 2019 usai melakukan penjambretan handphone milik Cica, warga Jalan Sukohaci Geger Kalong Hilir, Bandung saat melintas di Jalan Tidar Surabaya.

“Korban dipepet, kemudian pelaku merampas HP korban dari samping,” kata Iptu Bima Sakti, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Selasa (7/1/2019).

Dari catatan kepolisian, kedua pelaku ketika beraksi, terbilang sangat sadis terhadap korban yang mempertahankan handphonenya. “Meskipun mengaku empat kali beraksi di Surabaya, mereka menjadi target operasi kami (polisi) karena kesadisannya,” lanjut Bima.

Keterangan lainnya, Sultan dan Rudianto adalah residivis dalam perkara yang berbeda. Untuk Sultan residivis dalam kasus perampasan dan Rudianto merupakan residivis kasus Narkoba. “Sultan keluar penjara pada tahun 2010. Sedangkan Rudianto keluar lapas pada tahun 2017,” paparnya.

Atas perbuatannya, kini keduanya kembali mendekam di sel tahanan dan keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun. [gil/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar