Hukum & Kriminal

Dua Pengedar Uang Palsu Kambuhan Dibekuk Polres Jember

Jember (beritajatim.com) – Dua orang pria pengedar uang palsu (upal) dibekuk Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Polisi mengamankan barang bukti upal sejumlah Rp 16 juta, berupa 98 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan 124 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

Mereka adalah residivis berinisial TAS (38) warga Dusun Krajan, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, dan S (60), warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah.

“Kami menangkap keduanya di jalan Desa Kertonegoro, 10 Februari kemarin,” kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal, Rabu (12/2/2020).

Uang palsu itu dibeli TAS dari S. “Uang palsu Rp 16 juta dibeli dengan harga Rp 4 juta atau satu berbanding empat. S sendiri membeli uang palsu itu dari Putra yang mengaku orang Madura dengan harga satu berbanding lima,” kata Alfian.

Mereka dikenai pasal 38 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara atau denda Rp 50 miliar. Dua orang jadi buron yakni Putra dan Mujib dari Bogor.

Alfian terus mengantisipasi peredaran uang palsu. “Ini juga untuk mencegah terjadinya money politics (dengan menggunakan uang palsu), sehingga pilkada berjalan aman, tertib, dan lancar,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar