Hukum & Kriminal

Dituntut Mati, Ini Kata Istri Juragan Rosokan di Mojokerto

Istri korban saat hadir di dalam sidang. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Istri korban pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan, Lailil Fitria (28) mengaku senang dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut dua terdakwa pembunuhan dan pembakar suaminya dengan hukuman mati.

Ini disampaikan usai sidang dengan agenda tuntutan di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. “Biar pas putusan dihukum mati karena perbuatannya sangat menghancurkan keluarga kami. Perbuatannya itu sangat tidak bisa dimaafkan,” ungkapnya, Kamis (10/10/2019).

Masih kata korban, Eko Yuswanto (32), kedua terdakwa dinilai bukan manusia karena tidak memiliki rasa peri kemanusiaan. Seperti hewan. Sehingga ia meminta hukuman mati tersebut dilaksanakan dan ia akan mengawal sampai vonis.

“Ya saya puas. Ya saya tetap mengawalkan sampai akhir vonis, saya minta hasil yang memuaskan karena saya minta tolong sama Pak Jaksa, Pak Hakim semoga pelaku kedua ini di hukum mati,” katanya.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Nur Hidayat mengatakan, jika pihaknya akan berkoordinasi dengan terdakwa dan tim kuasa hukum lainnya. “Kita pelajari lagi, belum bisa jawab saya karena saya ada tim. Harapannya diputus seadil-adilnya sesuai fakta di persidangan,” tuturnya.

Namun yang memutuskan adalah hak dan kewenangan hakim. Kuasa hukum masih butuh tim, namun pledoi akan dilakukan pada sidang berikutnya tanggal 17 Oktober mendatang.

Sementara itu, Ketua Tim advokasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Mojokerto, Indarto mengaku lega dengan tuntutan JPU dalam sidang tersebut. “Saya selalu ketua tim advokasi PSHT lega dan terima kasih, tuntutan jaksa tuntutan maksimal, tuntutan mati,” ujarnya.

Baca Juga:

    PSHT, tegas Indarto mengapresiasi tuntutan JPU dalam kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan tersebut. Menurutnya, keluarga besar PSHT akan terus mengawal sidang tersebut hingga vonis dijatuhkan kepada para terdakwa.

    “Tentu kita sangat apresiasi dengan tuntutan jaksa ini. Kita mungkin sampai vonis besok, tim advokasi cabang Mojokerto akan kembali datang ke PN Mojokerto untuk mengawal sidang,” tegasnya.

    Usai sidang dengan agenda tuntutan, ratusan anggota PSHT langsung meninggalkan PN Mojokerto. Selama sidang digelar, arus lalu-lintas di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto macet di kedua jalur.[tin/ted]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar