Hukum & Kriminal

Dititipi Sapi Malah Dijual, Sulisno Dipenjara

Aksi penipuan yang dilakukan Sulisno ini, terjadi pada bulan Juni 2017 lalu. Saat itu, korban meminta tersangka untuk menjualkan sapi miliknya. Kemudian oleh tersangka sapi dibawa ke Pasar Hewan di Gondanglegi, untuk dijual.

Malang (beritajatim.com) – Nekat menjual sapi yang bukan miliknya, membuat Sulisno (35) meringkuk jeruji besi Polsek Sumbermanjing Wetan. Warga Dusun Gunungsudo, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini, ditahan karena kasus penipuan dan penggelapan. Korbannya adalah Nuradin (59), tetangganya sendiri.

“Tersangka kami amankan bersama-sama dengan korban dan warga. Karena pelaku sempat berusaha melarikan diri. Kasusnya masih kami kembangkan karena korbannya tidak hanya satu orang,” ungkap Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Agus Murdiantono, Rabu (6/3/2019).

Aksi penipuan yang dilakukan Sulisno ini, terjadi pada bulan Juni 2017 lalu. Saat itu, korban meminta tersangka untuk menjualkan sapi miliknya. Kemudian oleh tersangka sapi dibawa ke Pasar Hewan di Gondanglegi, untuk dijual.

Tersangka menjanjikan kalau uang hasil penjualan, akan diberikan sepulang dari menjual sapi. Harga yang disepakati saat itu sebesar Rp 17,5 juta. Setelah terjual, tersangka lantas mendatangi rumah korban.

Kedatangannya memberitahu kalau sapi milik korban laku Rp 18,1 juta. Namun uang hasil penjualan, oleh tersangka dijanjikan akan diberikan sebulan kemudian. Korban yang tidak curiga, percaya saja dengan janji tersangka.

Namun setelah sebulan lebih, tersangka tidak kunjung datang. Sulisno justru menghilang. Dicari kemana-mana tidak pernah ketemu. Baru Selasa malam, tersangka diketahui berada di wilayah Kecamatan Turen.

Oleh korban lantas diminta untuk pulang. Karena selain Nuradin, ternyata korban penipuan ada banyak. Saat pulang dan dimintai pertanggungjawaban, tersangka justru kabur.

Korban dan warga yang geram lantas mencarinya. Sebagian warga lainnya melaporkan ke polisi. Setelah dicari-cari, akhirnya tersangka ditemukan bersembunyi di makam umum.

“Korban penipuan tersangka ini ada banyak. Selain modus menjual dan membelikan sapi, kemudian uangnya dibawa kabur. Modus lainnya juga mengajak korban bisnis berjualan kayu,” tegas mantan Kapolsek Ampelgading ini. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar