Hukum & Kriminal

Ditangkap, WW Dicopot dari Hanura dan Sekretaris ReJo Jatim

Wisnu Wardhana (WW) dalam suatu acara Relawan Jokowi (Rejo) Jatim pada tahun 2018 lalu di sebuah Restoran Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Hanura Jatim sekaligus Ketua DPW Relawan Jokowi (Rejo) Jatim Kelana Aprilianto menegaskan, pihaknya telah mencopot Wisnu Wardhana (WW) dari pencalegannya di Hanura maupun sebagai Sekretaris Rejo Jatim.

“Saya akan segera mengambil sikap untuk memberhentikan WW dari Partai Hanura dan mencari pengganti WW sebagai Sekretaris DPW Rejo Jatim,” ujar Kelana ketika dikonfirmasi beritajatim.com mengaku sedang berada di Probolinggo ini, Rabu (9/1/2019).

WW sendiri mendaftar sebagai Caleg DPRD Jatim melalui Partai Hanura, nomor urut satu untuk Dapil Jatim III (Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan).

“Saya sudah dapat konfirmasi, pencalegan WW sudah disetujui untuk dicoret oleh KPU Provinsi Jatim,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelarian Wisnu Wardhana berakhir. Tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya pada Rabu (9/1/2019) pagi bisa mengendus keberadaan politisi Hanura itu saat melintas di Jalan Raya Kenjeran, tepatnya di depan gang Lebak Jaya II Surabaya.

Wisnu yang juga caleg DPRD Jatim dari Hanura ini diamankan sekitar pukul 05.50 WIB. Usai menjalani pemeriksaan administratif, Wisnu akhirnya dibawa ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman enam tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA).

Sebelum dibawa ke Lapas Porong, Wisnu sempat meminta agar didampingi kuasa hukumnya, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh Kejaksaan. “Ini kan eksekusi yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, kalau mau proses hukum lebih lanjut, yakni PK (Peninjauan Kembali), ya nanti urusan dia, yang jelas PK tidak bisa menghalangi proses eksekusi ini,” ujar Kepala Kejari Surabaya Teguh Dharmawan.

Teguh menambahkan, Wisnu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tiga minggu ini. Status DPO melekat pada Wisnu setelah pihak korps Adhyaksa ini memanggil secara patut pada terpidana korupsi pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim ini.

Dalam kasus ini, Wisnu dinyatakan bersalah oleh hakim Tipikor Surabaya dan dihukum tiga tahun penjara. Wisnu yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro dan Ketua Tim Penjualan Aset membuat kebijakan dalam melepas aset negara tersebut. Hakim menyatakan Wisnu merugikan negara sebesar Rp 11 miliar.

Tak terima dengan vonis hakim di tingkat pertama, Wisnu melakukan upaya hakim banding. Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menganulir putusan hakim PN Tipikor dan mengkorting hukuman terhadap Wisnu menajdi satu tahun penjara.

Atas vonis satu tahun hakim tinggi, giliran Jaksa yang tidak terima dan melakukan upaya hukum kasasi. Saat di pengadilan tingkat akhir inilah, hakim agung memvonis Wisnu enam tahun penjara. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar