Hukum & Kriminal

Ditagih Hutang, YAP Aniaya Pemberi Hutang

Pamekasan (beritajatim.com) – Nasib nahas menimpa YAP (inisial) warga Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, karena harus berurusan dengan pihak kepolisian pasca melakukan penganiayaan terhadap Solikin (24) warga Jl Mesigit, Kelurahan Parteker, Pamekasan.

Peristiwa tersebut berawal ketika Solikin menagih hutang kepada YAP sebesar Rp 2 juta, namun tanpa disangka si YAP justru tersulut emosi ketika ditagih. Sekaligus melakukan penganiayaan terhadap korban di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Selasa (15/10/2019).

“Penganiayaan terhadap korban dilakukan YAP dengan menggunakan sebilah celurit, hingga mengakibatkan korban mengalami luka robek di bagian betis kanan dan harus mendapat perawatan medis di RSUD (dr Slamet Martodirdjo) Pamekasan,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan, IPTU Andri Setya melalui Kasubag Humas IPTU Nining Dyah.

Selain itu, pihaknya menyampaikan persoalan utama dalam kasus penganiayaan tersebut murni akibat persoalan hutang piutang. “Permasalahannya pelaku tidak terima karena selalu ditagih (hutang Rp 2 juta), sehingga pelaku menyuruh korban datang ke TKP dan terjadilah penganiayaan,” ungkapnya.

“Berdasar laporan, petugas langsung melakukan rangkaian penyelidikan dan penyitaan barang bukti berupa satu buah celurit sepanjang 40 centimeter (cm) dengan gagang kayu dan sarung celurit warna cokelat di rumah pelaku di Desa Buddagan, Pademawu, Pamekasan,” jelasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 351 Ayat (2) tentang penganiayaan. “Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolres Pamekasan, pasca dilakukan penangkapan pada pukul 2:30 WIB dini hari,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar