Hukum & Kriminal

Dilaporkan Lakukan KDRT, Kepala Disperpusip Kabupaten Mojokerto Ditetapkan Tersangka

Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Mojokerto di Jalan Jabon No 199, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip), Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penetapan status tersangka mantan Camat Sooko tersebut setelah penyidik melakukan penyelidikan.

Penyidik melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari beberapa saksi serta mengumpulkan barang bukti terkait laporan istri tersangka, Sunarti. Istri tersangka merupakan hakim di Pengadilan Negeri Kabupaten Pamekasan, Madura melaporkan tersangka pada Januari lalu.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery membenarkan terkait status tersangka Ustadzi Rois tersebut. “Iya, statusnya naik menjadi tersangka setelah dilakukan penyelidikan, keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti,” ungkapnya, Rabu (14/8/2019).

Masih kata Kasat, pihaknya juga sudah melaksanakan gelar perkara dan tersangka diduga terbukti melakukan tindakan penelantaran dan kekerasan fisik maupun psikis. Sedikitnya, ada lima alat bukti yang sesuai dengan pasal 184 KUHAP.

“Dari keterangan empat saksi yang dimintai keterangan  menyatakan ada tindak KDRT seperti tidak memberi nafkah lahir maupun batin. Saat ini hanya tinggal memanggil tersangka,” katanya.

Lima alat bukti tersebut yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan tersangka. Ustadzi Rois dijerat pasal 45 dan 49 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman maksimal 3 tahun penjara atau denda paling banyak Rp9 juta.

Baca Juga:

    Sedangkan penelantaran istri diatur dalam Pasal 49 undang-undang yang sama. Sesuai pasal ini, Ustadzi Rois terancam hukuman maksimal 3 tahun penjara atau denda paling banyak Rp15 juta.

    Sementara itu, Disperpusip Kabupaten Mojokerto, Ustadzi Rois tidak berada di kantornya. “Pak Rois tidak ada di tempat,” ungkap salah satu staff Disperpusip Kabupaten Mojokerto. [tin/but]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar