Hukum & Kriminal

Digugat, Ujian Perangkat Desa di Kabupaten Kediri Jalan Terus

Kediri (beritajatim.com) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menyatakan, pelaksanaan ujian perangkat di sejumlah desa di Kabupaten Kediri tidak akan terpengaruh terhadap gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Kadiri Corruption Watch (KCW) ke Pengadilan Negeri setempat. Perguruan Tinggi Negeri dibawah Kementerian Agama Republik Indonesia ini tetap melaksanakan tes sesuai jadwal yang sudah dibuat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penguji IAIN Tulungagung, Dr. Mashudi ditemui di sela-sela tes perangkat desa di Gedung Balai Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu (27/3/2019). IAIN Tulungagung merupakan satu dari beberapa perguruan tinggi yang menjadi rekanan pemerintah desa dalam pelaksanaan ujian perangkat, sebagai penyedia soal.

“Tanggapan kami terhadap gugatan tersebut, sepanjang kami taat hukum, kami juga berpegang hukum, mempunyai dasar dan punya akreditasi B, maka tidak ada masalah. Karena sesuai perda dan perbup perangkat desa, pihak desa diperbolehkan mencari pihak ketiga dengan perguruan tinggi yang memiliki akreditasi lembaga sekurang-kurangnya bernilai B. IAIN Tulungagung memiliki akreditasi B,” terang Dr. Mashudi.

Mashudi mengaku, menghargai adanya pihak yang menggugat pelaksanaan maupun hasil ujian. Namun demikian, IAIN Tulungagung memastikan ujian akan tetap berlangsung sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pihaknya juga siap menghadapi gugatan yang dilayangkan KCW ke PN Kabupaten Kediri.

Selain memegang akreditasi B BAN-PT, imbuh Mashudi, IAIN Tulungagung juga memiliki 33 jurusan dari empat fakultas untuk S1, delapan jurusan S2 dan dua jurusan S3. Masing-masing fakultas punya jurusan, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Biologi, Kimia, Fisika, PG PAU, PAI, dan Bahasa Arab, Ekonomi Islam, Perbakan Syariah, kemudian Zakat Wakaf, Managemen Keuangan Syariah, dan Managemen Bisnis Syariah.

“Di Fakultas Hukum, punya jurusan Hukum Tata Negara, sehingga sangat kredibel dan sangat kualified. Pihak ketiga tepat sekali apabila Paguyuban Kepala Desa bergabung dengan kami,” terang Mashudi.

Mashudi menjelaskan, awal mula kerjasama dengan sejumlah desa penyelenggara ujian perangkat desa di Kabupaten Kediri. Itu diawali pada 14 Januari 2019, ada 136 Kepala Desa melakukan kerjasama yang diwujudkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) dengan IAIN Tulungagung. Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Rektor IAIN dan Kepala Desa.

“Kerjasama tersebut kemudian di-breakdown. Ada penandatanganan antara Wakil Rektor III beserta Ketua Tim Panitia Pengangkatan dari masing-masing desa,” bebernya. Diakuinya, dari 136 Kades yang sudah mengikat MoU tersebut, setengahnya memilih mengundurkan diri. Diantaranya, akhirnya memilih menjalani kerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang, sebagai rekanan penyedia soal.

Terpisah, Kepala Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Abdul Khamid mengatakan, pelaksanaan ujian perangkat desa sudah sesuai Peraturan Bupati Kediri nomor 56 Tahun 2018. Aturan tersebut juga mendasari kerjasama pemerintah desa dengan IAIN Tulungagung, sebagai penyedia soal ujian dengan predikat lembaga yang terakreditasi B.

“Didalam aturan yang ada Perbup Pengangkatan Desa Tahun 2018 bahwasanya pihak ketiga untuk perguruan tinggi sekurang-kurangnya terakreditasi B. Maka tiap-tiap desa bisa bekerjasama dengan Pergruan Tinggi manapun se-Indonesia dengan ketentuan demikan. Atau apabila non Perguruan Tinggi, maka lembaga tersebut yang punya kompetensi untuk itu sekurang-kurangnya terakreditasi A,” jelas Abdul Khamid.

Untuk pemilihan perguruan tinggi, imbuh Abdul Khamid tergantung desa masing-masing, termasuk desanya yang memilih menggandeng IAIN Tulungagung. “Prinsipnya, karena kami bagian dari pemerintah, maka ikut dalam rel aturan yang berlaku,” jelasnya.

Kendati timbul gugatan, namun ujian perangkat desa tetap berjalan. Seperti yang sedang berlangsung di Balai Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem ini. Adan tujuh desa dari Kecamatan Ngadiluwih dan Purwoasri yang menyelenggarakan ujian bersama hari ini. Tes diikuti sebanyak 86 peserta.

Pada sesi pertama, peserta dihadapkan pada soal Pendidikan Agama, Pancasila, UUD 1945, Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia dan Matematika. Sesi kedua adalah psikotes dan sesi terakhir peserta mengikuti tes praktek komputer. Hasil tes langsung dimumkan ada malam harinya, pukul 22.00 WIB di balai desa masing-masing.

Untuk diketahui, KWC menggugat pelaksanaan ujian perangkat desa melalui PN Kabupaten Kediri, karena menilai banyak kejanggalan. Ada 11 pihak yang digugat, antara lain, 10 kepala desa dan Rektor IAIN Tulungagung. Pihak IAIN Tulungagung menyatakan siap menghadapi gugatan perbuatan melawan hukum tersebut. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar