Hukum & Kriminal

Digeledah Kejaksaan, Ini Kata Kepala Dinkes Kabupaten Malang

Tim Kejari Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr.Ratih MMRs tanda tangan.

Malang (beritajatim.com) – Usai penggeledahan tiga jam lamanya, Jumat (23/8/2019) pagi, tim Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr.Ratih MMRs menandatangani surat perintah penggeledahan.

Sejumlah lembar berkas standar operasi penggeledahan (SOP) pun, lalu ditangani dokter Ratih. Pada awak media, Ratih menjelaskan, ada beberapa berkas pencairan dana Pondok Kesehatan Desa (Ponkesfes) tahun 2015 yang dibawa tim Kejaksaan.

“Ada banyak tadi yang disita, berkas dokumen pencairan Ponkesdes tahun 2015. Termasuk surat perintah penggeledahan dari Kejaksaan sudah kita lihat tadi,” terang Ratih.

Menurut Ratih, soal keberadaan Yohan, tadi pagi memang tidak ikut apel pagi. “Sudah ditelpon tadi, katanya sakit. Tidak bisa hadir. Tapi sepertinya beliau koperatif kok. Beliau jabatannya Kasubag Keuangan sejak 2014-2015,” ungkap Ratih.

Ratih menegaskan, seluruh ruang kerja di Dinkes memang digeledah. Tim Kejaksaan membawa atau menyita berkas pencairan Ponkesdes tahun 2015. “Ada 14 bendel berkas tadi yang dibawa Kejaksaan,” katanya.

Ratih menambahkan, dalam kasus Ponkesdes yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 670 juta, pihaknya sudah beberapa kali diperiksa Kejaksaan sebagai saksi.

“Kasus ini kan tahun 2015, yang menjabat Kadinkes saat itu Pak Abdurahman. Saya ditanya perihal Ponkesdes sudah 2 kali ya. Kalau alur potongan dana Ponkesdes saya tidak tahu,” tegas Ratih.

Yang unik, selama penggeledahan berlangsung, lampu di Kantor Dinkes Kabupaten Malang justru padam. Tim Kejaksaan terpaksa harus menggunakan lampu senter untuk mencari berkas dugaan korupsi Ponkesdes.

“Lampunya mati ya, saya malah gak nyadar kalau lampunya mati,” Ratih mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar