Hukum & Kriminal

Diduga Melakukan Penipuan, Seorang Pengacara Dilaporkan ke Polres Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Diduga melakukan penipuan dalam jual beli tanah senilai Rp 3,6 miliar. Seorang pengacara, Rohman Hakim asal Tambak Wedi Surabaya dilaporkan ke polisi oleh Lilik Indrawati (37) warga asal Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Dengan diantar kuasa hukumnya. Lilik nama panggilannya mendatangi Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Gresik, Senin (13/05/2019).

Dalam laporannya nomor LP/180/V/2019/JATIM/RES GRESIK menyebutkan bahwa kasus tersebut berawal ketika korban (Lilik) menjual tanahnya karena usai pembagian harta gono-gini dengan mantan suaminya. Proses penjualananya dikuasakan kepada Rohman Hakim. Selanjutnya, Rohman mendapat seorang pembeli bernama Alena. Kesepakatan jual beli tanah pun terjadi.

Tanah yang terletak di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik tersebut akhirnya terjual Rp 3,6 miliar. Rohman pun memberitahu kepada korban bahwa tanahnya sudah laku dengan harga tersebut. Namun, korban hanya diberi uang Rp 400 juta. Sementara mantan suaminya Maher Alhadar, mendapat jatah Rp 1,75 miliar.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan mantan pengacaranya itu ke polisi. “Hari ini memang ada pemeriksaan saksi dari pihak notaris,” ujar Kanit Pidana Ekonomi Khusus (Pidek) Satreskrim Polres Gresik, Ipda Suparlan.

Suparlan menambahkan, proses pemeriksaan didampingi oleh penasehat hukum bernama Sulton Sulaiman, SH dan Wahyu Adi Prasetyo, SH. Saat dikonfirmasi Wahyu membenarkan, bahwa kliennya merasa ditipu.

“Seharusnya saat jual beli tanah uangnya masuk ke korban. Karena tanah tersebut atas nama korban. Ini malah dipegang terlapor. Malah korban hanya diberi sebagian,” ungkapnya.

Secara terpisah, Rohman Hakim menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika dirinya diminta untuk membantu mendampingi Lilik yang digugat oleh mantan suaminya dalam perkara gono gini. Kesepakatan dengan Lilik pun terjadi. Bahkan, hal itu dilakukan secara tertulis diatas materai.

Dirinya menganggap laporan mantan kliennya itu hanya sepenggel cerita. Karena itu, meski dilaporkan ke polisi ditanggapi dengan santai. Pasalnya, semua sudah ada dokumen tertulis.

“Laporan tersebut saya anggap wajar. Sebab, semua warga negara punya hak melaporkan,” imbuhnya.

Kendati telah dilaporkan. Dirinya, mempunyai bukti yang kua. Mulai dari pemberian fee hingga proses jual beli tanah.

“Saya siap jika dipanggil oleh pihak kepolisian. Semua bukti akan dibeberkan. Namun, saya telah melayangkan gugatan perdata. Untuk itu, perkara tersebut tidak akan berjalan sebelum perkara perdata sudah diputus,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar