Hukum & Kriminal

Diduga Aniaya Pelajar SMP, Wali Murid di Bojonegoro Dilaporkan ke Polisi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang pelajar berinisial TM (14) asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro mendatangi mapolres setempat untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Dia melaporkan telah mendapat perlakuan kekerasan dari salah seorang wali murid teman satu sekolahnya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli membenarkan pelaporan tersebut, saat ini pihak kepolisian masih mendalami laporan dari pelajar kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik di Bojonegoro. “Laporannya kemarin, Rabu. Sekarang masih didalami,” ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Kasus penganiayaan itu bermula dari pertikaian antarsiswa, antara TM dengan temannya berinisial TT. Namun, TT tidak terima dan mengadu kepada orang tuanya. Karena tidak terima orang tua TT kemudian mendatangi ke sekolah saat jam sekolah. Sampai di sekolah kemudian melakukan pemukulan kepada TM.

Sementara Kepala Sekolah SMP Katolik tempat korban menuntut ilmu, NDD, mengatakan kasus tersebut oleh sekolah sudah ditangani dengan cara mediasi mendatangkan kedua belah pihak. Mediasi sudah dilakukan dua kali. Kedua dilakukan hari ini, namun pihak pelapor tidak datang ke sekolah.

“Sekarang masih melihat kemauan baik kedua belah pihak. Jika masih mau dilayani silakan. Karena pihak sekolah hanya melayani. Sudah diserahkan kepada orang tua wali,” ujarnya ditemui di sekolah.

Mediasi awal sebelumnya sudah terlihat ada itikad baik. Namun, setelah itu kembali tidak ada titik temu. “Sudah melakukan upaya prefentif tapi biar menjadi ranah pribadi,” jelasnya.

Sementara menurut salah seorang siswa di sekolah, kasus pertikaian antarsiswa itu terjadi pada Selasa (2/4/2019) saat jam sekolah. Kemudian pada Kamis (4/4/2019) wali murid dari TT, diduga melakukan pemukulan terhadap TM dihadapan para siswa. “TM Dipukul satu kali dan di tampar di depan kelas. Setelah itu dipukul lagi saat dikantor. Melakukan ancaman juga mau ditembak,” ujar salah seorang siswa yang merupakan kakak kelas TM.

Di sekolah, TM dikenal sebagai siswa yang biasa. Tidak pernah melakukan kekerasan dan sering bermain bola bersama. Namun, siswa yang ditemui jurnalis beritajatim.com di sekolah itu mengaku tidak tahu penyebab kasus penganiayaan tersebut.

Kasus dugaan penganiayaan itu, saat ini masih ditangani Penyidik Polres Bojonegoro. Jurnalis beritajatim.com belum mendapat data lebih lengkap dari petugas kepolisian. Sementara pantauan di Mapolres Bojonegoro, TT bersama keluarga hari ini melakukan visum dan melaporkan balik pelapor. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar