Hukum & Kriminal

Didakwa Membakar Mapolsek, Tiga Terdakwa Tidak Ajukan Keberatan

Surabaya (beritajatim.com) – Tiga terdakwa kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan tidak keberatan dengan materi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (11/9/2019).

Tim kuasa hukum terdakwa yang dikoordinir Andry Ermawan, Agung Widodo setelah berkoordinasi dengan tiga terdakwa yakni Habib Abdul Qodir Al Haddad, Hadi Mustofa (pelajar SMU) dan Supandi memutuskan untuk tidak mengajukan keberatan atas dakwaan (eksepsi). “Setelah kita koordinasi dengan para terdakwa kita putuskan untuk tidak mengajukan eksepsi,” ujar tim kuasa hukum Terdakwa, Andry Ermawan, Rabu (11/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, tim kuasa hukum terdakwa juga mengajukan penangguhan penahanan ke majelis hakim yang diketuai Eddy Soeprayitno. Dalam pengajuan penangguhan penahanan, Andry berharap semua terdakwa dikabulkan permintaan penangguhan penahanan tersebut namun apabila tidak memungkinkan pihaknya secara khusus meminta agar terdakwa Hadi Mustofa yang statusnya masih pelajar inilah yang bisa ditangguhkan.

“Kita ajukan penangguhan penahanan dengan jaminan ibunya dan juga surat dari Kepala sekolahnya, sebab terdakwa Hadi masih tercatat sebagai pelajar kelas tiga SMA,” ujar Andry.

Andry menambahkan, keputusan pihaknya tidak mengajukan eksepsi karena akan membuktikan dalam persidangan atas apa yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum. Dan dia akan siapkan bukti-bukti untuk mementahkan dakwaan Jaksa tersebut.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tulus Ardiansyah dalam dakwaanya menyatakan perbuatan terdakwa dilakukan pada 22 Mei 2019 dimana saat itu terdakwa Habib Abdul Qodir Al Haddad mengumpulkan para terdakwa untuk berkumpul di rumahnya. Setelah para terdakwa berkumpul disitulah akhirnya dilakukan pembakaran dan juga melempar Mapolsek Tambelangan. Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam pasal 200 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar