Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Semeru 2019

Dalam 5 Hari, 697 Pelanggar Terjaring Razia di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 697 pelanggar lalu lintas terjaring Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar Satlantas Polres Pamekasan, dalam lima hari terakhir. Terhitung sejak kamis (29/8/2019) hingga Senin (2/9/2019) kemarin.

Jumlah total pelanggaran tertib lalu lintas (lalin) tersebut, terdiri dari berbagai jenis pelanggaran berbeda. Termasuk di antaranya pengendara yang tidak melengkapi surat-surat, seperti Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) maupun Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Jenis pelanggaran terdiri dari sebanyak 222 pelanggar tidak menggunakan helm SNI, 91 pelanggar melawan arus, 35 pelanggar menggunakan hp (handphone) saat berkendara, 103 pengendara di bawah umur, 46 pelanggar tanpa safety belt dan 200 lainnya pelanggaran lain,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Didik Sugiarto, Selasa (3/9/2019).

Dari total pelanggaran tersebut, mayoritas didominasi kendaraan roda dua alias R2 yang mencapai angka sebanyak 581 unit motor. “Jenis pelanggaran hingga masuk hari kelima ini, masih didominasi kendaraan bermotor jenis roda dua (motor),” ungkapnya.

“Untuk pekerjaan pelanggar masih didominasi karyawan swasta dengan total sebanyak 306 pelanggar. Sedangkan usia pelanggar terbanyak usai produktif, yakni usia 26 hibgga 30 tahun dengan catatan sebanyak 239 pelanggar,” jelas pria yang akrab disapa Pak Didik.

Dari itu pihaknya mengimbau agar pengendara agar selalu mempersiapkan berbagai surat kendaraan, baik berupa STNK maupun SIM. “Sebelum berangkat berkendara, silahkan periksa terlebih dahulu surat-surat kendaraan demi keamanan di jalan raya,” pintanya.

“Namun tidak kalah penting, mari kita selalu prioritaskan tertib lalin demi keselamatan bersama. Baik demi keselamatan pribadi maupun orang banyak, jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” ajaknya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar