Hukum & Kriminal

Customer Sipoa Kembali Serbu Kantor Kejati Jatim

Surabaya (beritajatim.com) Ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS) kembali mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Rabu (20/2/2019). Seperti sebelumnya, kedatangan mereka adalah untuk meminta agar Jaksa mencabut upaya hukum banding atas vonis enam bulan yang dijatuhkan pada tiga terdakwa yakni Ir. Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa.

Dengan membawa atribut demo seperti spanduk dan banner, para konsumen Sipoa ini mulai meneriakkan kekesalan mereka atas apa yang dilakukan Jaksa Kejati Jatim yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk perkara nomor : LPB/373/III/UM/2018/Jatim tersebut.

Massa konsumen Sipoa ini, juga berusaha menarik perhatian para pengguna jalan A. Yani Surabaya dengan spanduk-spanduk yang dibentangkan di sisi Jalan A. Yani Surabaya.

Selain itu, dalam aksi demo ini, juga disiapkan mobil truk yang sudah dimodifikasi sebagai panggung untuk berorasi.

Pieter Yuwono selaku koordinator PCS menyatakan pihaknya akan tetap menduduki kantor Adhyaksa jika Kejati Jatim tak bergeming dan ngotot dengan upaya banding yang disebut prosedural tersebut.

” Akibat ulah jaksa dengan mengajukan banding itu, keinginan kami untuk mendapatkan refund dari Sipoa jadi terbengkalai dan terancam gagal,” ujar Edi.

Padahal lanjutnya, pengembalian uang para nasabah ini, tinggal selangkah lagi. Begitu semua barang bukti diterima para terdakwa, keinginan para konsumen untuk mendapatkan uangnya kembali, akan terlaksana, karena total barang bukti yang disita penyidik itu jumlahnya Rp. 1,5 triliun.

Perlu diketahui, pada Selasa (19/2/2019) massa sudah melakukan orasi sebagai bentuk aksi protes atas upaya hukum banding yang sudah dilakukan jaksa tersebut, massa mengikat pintu masuk sisi Selatan Kejati Jatim dengan tali dan memasang tulisan tolak banding di pintu pagar itu.

Bukan hanya itu, truk audio yang dipakai untuk orasi koordinator akai demo, juga diparkirkan tepat di depan pintu masuk utama Kejati Jatim, sehingga menghalangi kendaraan yang akan masuk maupun keluar kantot Kejati Jatim.

Pantauan di lokasi, massa terus mengawasi gerak gerik setiap orang yang akan keluar masuk kantor Kejati Jatim. Dari aksi penyegelan dan menutup pintu masuk utama Kejati Jatim berakibat kepada terganggunya aktivitas jaksa maupun pegawai kejaksaan yang hendak beraktivitas seperti mengikuti sidang maupun untuk makan siang. [uci]

Apa Reaksi Anda?

Komentar