Hukum & Kriminal

Curi Sarang Burung Walet, Sukaeri Terancam Hukuman 9 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian sarang walet seberat 1,79 kilogram senilai Rp150 juta. Adalah Sukaeri (46), warga Desa Tunggun Jagir Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan yang menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini.

Kasus pencurian ini diungkap, setelah Titik Istikowati selaku pemilik home industri pengolahan sarang burung walet yang beroperasi di Lamongan melaporkan kehilangan sarang burung walet.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambela menyampaikan bahwa jajarannya baru menerima Laporan Polisi (LP) pada hari Sabtu (9/2/2019) oleh sang pemilik.

“Ini adalah kasus pencurian dengan pemberatan, ini pencurian sarang burung walet, ini adalah LP Baru pada hari Sabtu (9/2/2019) malam. Kejadiannya dilakukan pada Jumat malam tanggal 8 (Februari, 2019),” kata Leonard, Rabu (13/2/2019).

Atas laporan yang diterima, Tim Jatanras Polda Jatim kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Dari keterangan sejumlah saksi serta petunjuk di lapangan. Petugas akhirnya dengan mudah meringkus tersangka tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan terungkap, pelaku Pencurian dengan Pemberatan (Curat) sarang burung walet yang sudah diolah tersebut, dilakukan tersangka pada hari Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Tersangka masuk kedalam gudang pengolahan sarang burung walet melalui jendela yang kebetulan tidak dikunci oleh sang pemilik. Usai berhasil masuk ke area gudang, Sukaeri kemudian mendapati kotak penyimpanan sarang burung walet. Aksinya sempat terkendala karena kotak penyimpanan kondisinya terkunci.

Setelah berhasil membuka kotak penyimpanan, sarang burung walet itu lalu dimasukkan kedalam kantong kresek dan dibawa kabur meninggalkan lokasi pencurian.

Keesokkan hari, Sukaeri menemui temannya untuk menitipkan barang curian tersebut. Serta menghubungi teman yang lain guna meminta bantuan memasarkan sarang burung walet. Tapi nahas, belum sempat terjual, pihak kepolisian lebih dulu mengendus aksi kejahatannya. “Teman-teman Subdit Jatanras berhasil membekuk pelaku,” tandasnya.

Atas aksinya itu, Sukaeri terancam hukuman sembilan tahun penjara karena dianggap melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar