Hukum & Kriminal

Curi Kabel Tembaga, Sabar dan Slamet Gagal Pulang Kampung

Kompol Ari Trestiawan, Kapolsek Genteng Surabaya, menunjukkan barang bukti pencurian kabel tembaga

Surabaya(beritajatim.com) – Dua warga Grobogan Jawa Tengah (Jateng) ini melakukan pencurian kabel di proyek hotel di Jalan Tunjungan Surabaya. Mungkin keduanya berpikir, kabel curian mudah dijual.

Pelaku atas nama Sabar (43) dan Slamet (18). Keduanya pekerja proyek Double Tri Jalan Tunjungan No. 12 Surabaya. “Nekat melakukan pencurian itu mengaku sangat butuh uang. Tapi itu masih dalam pemeriksaan,” kata Kompol Ari Trestiawan, Kapolsek Genteng Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Sebelum dibawa ke Mapolsek Genteng, keduanya terlebih dulu kepergok satpam. Mereka sedang menguliti dan memotongi kabel di area proyek pada, Selasa 11 Desember 2018 sekira pukul 03.30 WIB.

Dalam pengakuannya ke penyidik, Sabar mengatakan jika niatnya memotongi kabel tembaga dan rencananya nanti akan dijual saat tiba di kampung halaman Jawa Tengah. “Sebulan bekerja penghasilan kurang ditambah pelaku ingin pulang kampung,” tambah Alumnus AKPOL 2005 itu.

Hasil pemeriksaan lainnya keduanya waktu mengambil kabel tembaga yang ada di dalam wilayah proyek, ternyata pelaku terlebih dulu mempelajari situasi agar bisa memotong dan menguliti kabel tersebut.

Setelah barang bukti dua ember berisikan kabel tembaga seberat 22 Kg siap dijual, keduanya memyimpan di dalam proyek dan ketika dalam keadaan sepi, yaitu sekira jam 03.30 WIB. Keduanya langsung membawa keluar tembaga tersebut.

Sialnya, ketika tersangka Sabar mencoba membawa hasil curian keluar area proyek, sedangkan Slamet menunggu di atas motor, aksinya ketahuan sama satpam. Keduanya lalu tertangkap dan diserahkan ke kantor polisi.

Keduanya kini dijebloskan dalam penjara karena melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP. “Barang curiannya mencapai 22 Kg, mereka terancam akan mendekam dalam penjara selama lamanya 7 Tahun,” pungkasnya. [gil/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar