Hukum & Kriminal

Chat dengan Lelaki, Mahasiswa Ini Pukul Mata Pacar hingga Lebam

Sidoarjo (beritajatim.com) – Faishal Abdurrahman (22) pemuda asal Jalan Kertanegara 101 RT 07 RW 12 Desa Sawotratap, Kec. Gedangan, Sidoarjo, yang diduga menganiaya Debby Anggun Larasati (20), pacarnya sendiri, diringkus Unit Reskrim Polsek Waru.

Penganiayaan dilakukan saat keduanya cek-cok usai jalan-jalan keluar rumah di kawasan Perum Deltasari Waru. Debby dianiaya karena diduga sedang menanggapi chating temannya seorang lelaki.

Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro menyatakan, penangkapan terhadap tersangka, karena keluarga korban mengadu ke Polsek Waru dan juga Polresta Sidoarjo.

Kasus itu lanjut Untoro, sempat viral di media sosial usai korban mendatangi rumah Faishal Abdurrahman yang sebelumnya dihubungi oleh tersangka. Dan korban saat itu tidak pulang ke rumah dan orang tua korban mencari keberadaan korban.

“Sabtu (29/6/2019), korban datang ke rumah tersangka usai dihubungi pelaku,” kata Untoro, Rabu (9/7/2019).

Setibanya di rumah tersangka, korban diajak jalan-jalan oleh tersangka menggunakan sepeda motor dan nongkrong di kawasan Korem.

Sekitar pukul 22.30 WIB tersangka mengajak pulang korban. “Korban saat itu menginap di rumah tersangka,” terangnya.

Faishal Abdurrahman (22) diperiksa oleh penyidik Polsek Waru

Sehari kemudian, Minggu (30/6/2019) berlalu, tersangka kembali mengajak jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor menuju kawasan Perum Deltasari, Kecamatan Waru.

Nah di lokasi tersebut, korban yang sedang duduk di atas motor, ketahuan oleh tersangka chatingan dan menerima telepon dari laki-laki lain.

“Tersangka malam itu naik pitam dan langsung memukul korban menggunakan tangan kanan sebanyak dua kali hingga mata kanan korban mengalami luka lebam,” ungkapnya.

Mengetahui luka lebam yang dialami korban, pemuda yang berstatus mahasiswa di PT Surabaya itu lantas mengajak korban jalan-jalan lagi dan melintas di kawasan Wiyung, Surabaya untuk mencari kos-kosan. Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah kos di daerah Klampis, Surabaya.

“Tersangka mengajak korban ngekos beberapa hari dengan maksud menunggu bekas luka yang dialami korban hilang,” imbuhnya.

Dari penyelidikan yang dilakukan anggota, petugas menemukan keberadaan keduanya. Dalam penyidikan, dari kronologis yang ada, telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka.

“Tersangka terancam dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan,” tegasnya mantan Lanit Reskrim Polsek Gedangan tersebut. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar